FAKTA tentang Induksi, C-Section, & VBAC

Operasi Sesar merupakan intervensi yang memang kadang diperlukan dalam rangka untuk menyelamatkan jiwa ibu maupun bayi. Namun di satu pertanyaan yang sangat menggelitik batin dan pikiran saya adalah, mengapa semakin hari kian banyak ibu yang harus di Induksi atau harus melakukan Operasi Sesar? Sehingga seolah-olah seorang wanita sudah kehilangan kemampuan tubuhnya untuk melahirkan secara normal alami.

Baca selengkapnya

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta Dapat Izin S2 Kebidanan

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mendapat surat penugasan pembukaan prodi baru S2 Kebidanan. Surat ini diserahkan langsung Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso kepada Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, di Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jumat(5/7)

Penyerahan di lakukan bersamaan dengan ceramah dan dialog ilmiah dengan tema “Membangun Pendidikan Tinggi Kesehatan yang unggul di kampus terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Ring Road Barat Sleman Yogyakarta. Pendidikan S2 diharapkan bisa membuat perguruan tinggi ini lebih dinamis.

Menurut Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp. Mat, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian milad ke-50th STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, yang merupakan upaya untuk mewujudkan konsep pendidikan tinggi yang unggul.

Menurut  Dirjen Dikti, Prof. Djoko Santoso, M.Sc, saat ini di Indonesia ada sekitar 3000 perguruan tinggi. Sebanyak 165 perguruan tinggi di Indonesia adalah dari Muhammadiyah/’Aisyiyah. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah/’Aisyiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah berhenti. Dan dalam perjalanannya STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta diberi surat penugasan pembukaan  prodi baru S2 Kebidanan. Hal ini merupakan suatu prestasi bagi STIKES ‘Aisyiyah sebagi perguruan tinggi swasta pertama  membuka prodi tersebut.

Pada ceramah ilmiah ini, Djoko Santoso menjelaskan mengenai landasan hukum pendidikan tinggi, peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pendidikan yang harus dicermati oleh setiap penyelenggara pendidikan.

BAKTI SOSIAL AWAL RAMADHAN 1434 HIJRIAH

Dalam rangka menyambut Ramadhan 1434 H, Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial berupa sembako murah dan pemeriksaan kesehatan pada hari Kamis, 04 Juli 2013. Acara yang berlangsung di lingkungan Kampus AKBID ‘Aisyiyah Palembang  ini merupakan salah satu kegiatan yang di selenggarakan oleh Pihak civitas akademi dan Senat mahasiswa dalam hal ini adalah Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) komisariat AKBID ‘Aisyiyah Palembang.

Dalam kegiatan ini sebanyak 60 paket sembako murah di berikan kepada masyarakat disekitar lingkungan kampus AKBID ‘Aisyiyah Palembang dan sebanyak 50 orang melakukan pemeriksaan kesehatan baik anak-anak, ibu hamil dan lansia.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat di sekitar lingkungan kampus AKBID ‘Aisyiyah Palembang sehingga masyarakat dapat melaksakan ibadah puasa ramadhan dengan lebih baik.(rd)

 

HYPNOBIRTHING

Sesungguhnya relaksasi Hypno-birthing merupakan tehnik lama yang dahulu sering diajarkan dan dilakukan oleh orang-orang tua kita. Dan saat ini dijelaskan dengan penjelasan ilmiah dan dilengkapi dengan berbagai riset/penelitian, sehingga dapat dilakukan secara terprogram sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal.

 

Metode relaksasi Hypno-birthing merupakan salah satu tehnik swasugesti, dalam menghadapi dan menjalani kehamilan serta persiapan melahirkan sehingga para wanita hamil mampu melalui masa kehamilan dan persalinannya dengan cara yang alami, lancar, dan nyaman (tanpa rasa sakit). Dan yang lebih penting lagi adalah untuk kesehatan jiwa dari bayi yang dikandungnya.

 

Metode relaksasi Hypno-birthing ini dikembangkan berdasarkan adanya keyakinan bahwa dengan persiapan melahirkan yang holistic/menyeluruh (Body, Mind and Spirit) maka di saat persalinan, wanita dan juga pendampingnya (suami), akan dapat melalui pengalaman melahirkan yang aman, nyaman, tenang dan memuaskan, jauh dari rasa takut yang menimbulkan ketegangan dan rasa sakit. Dengan kata lain, jika pikiran dan tubuh mencapai kondisi harmoni, maka alam akan bisa berfungsi dengan cara yang sama seperti pada semua mahluk lainnya

Melalui latihan-latihan yang diberikan oleh bidan/dokter, wanita hamil bisa mengkondisikan tubuh dan jiwa/pikiran secara harmonis selama kehamilan hingga mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan. Dengan demikian, tercipta rasa tenang dan rasa yakin bahwa tubuhnya akan mampu berfungsi secara alami dalam proses tersebut. Sebab setelah belajar memasuki kondisi relaksasi yang dalam, wanita hamil akan mampu menetralisir rekaman negatif yang ada di alam/jiwa bawah sadarnya serta menggantinya dengan memasukkan program positif/ reprogamming.

Bukan itu saja, dalam latihan relaksasi Hypno-birthing ini wanita hamil juga akan terlatih untuk lebih peka terhadap janinnya, sehingga akan mampu berkomunikasi dengan janin, bahkan bekerjasama ketika menjalani proses persalinan. Karena sesungguhnya janin atau bayi di dalam kandungan juga memiliki body, mind dan spirit. Meski body/ tubuhnya masih kecil, mind/jiwa baru punya unsur perasaan, janin sudah memiliki spirit/roh. Dan, justru karena pada bayi baru memiliki unsur jiwa perasaan, dengan rajin melakukan relaksasi, ibu akan lebih mudah berkomunikasi dengan “Spirit baby-nya“.

Proses relaksasi Hypno-birthing bekerja berdasarkan kekuatan sugesti. Proses ini menggunakan afirmasi positif, sugesti dan visualisasi untuk menenangkan tubuh, memandu fikiran, serta mengendalikan nafasnya. Klien ibu hamil dapat melakukan ini sendiri (swa sugesti) atau dengan pimpinan pendamping persalinan/ bidan. Bisa dengan memberikan afirmasi verbal yang membantu untuk memasuki kondisi tenang (calm state). Bisa juga dilakukan melalui visualisasi (membayangkan bunga yang bermekaran, melihat pelangi, melihat apa yang akan terjadi kepada seseorang dll) maupun dengan mengunakan gerakan idio motor untuk mencapai relaksasi.

Teknik relaksasi hypno-birthing sangatlah sederhana dan kunci untuk mencapai keberhasilan dari metode ini adalah praktek baik di kelas antenatal maupun di rumah sehingga teknik-teknik dalam relaksasi hypno-birthing bisa menjadi kebiasaan bagi ibu untuk mencapai dan menciptakan kondisi relaksasi selama kehamilan dan menghadapi persalinan. Untuk mencapai keberhasilan yang lebih optimal, dalam mempraktekkan metode ini, ibu memerlukan seseorang yang mampu membimbingnya untuk selalu berlatih, disinilah perlunya peran pendamping. Pendamping disini adalah mitra/patner ibu entah itu suami atau orang terdekat ibu. Oleh karena itu sangat penting sekali untuk mengajak dan melibatkan suami/ patner ibu saat memberikan pelatihan relaksasi hypno-birthing selama antenatal. Sehingga suami bisa menjadi motivator bahkan pembimbing bagi ibu untuk selalu berlatih teknik relaksasi relaksasi hypno-birthing.

Bukan itu saja, dalam latihan hypno-birthing ini wanita hamil juga akan terlatih untuk lebih peka terhadap janinnya, sehingga akan mampu berkomunikasi dengan janin, bahkan bekerjasama ketika menjalani proses persalinan. Karena sesungguhnya janin atau bayi di dalam kandungan juga memiliki body, mind dan spirit. Meski body/tubuhnya masih kecil, mind/jiwa baru punya unsur perasaan, janin sudah memiliki spirit/roh. Dan, justru karena pada bayi baru memiliki unsur jiwa perasaan, dengan rajin melakukan relaksasi, ibu akan lebih mudah berkomunikasi dengan “Spirit babynya“.

Hypno-birthing juga sangat mudah dipelajari, aman, tanpa efek samping dan mampu menjadi solusi dalam mengatasi rasa takut, cemas maupun nyeri selama proses kehamilan dan persalinan.

Proses Hypno-birthing bekerja berdasarkan kekuatan sugesti. Proses ini menggunakan afirmasi positif, sugesti dan visualisasi untuk menenangkan tubuh, memandu fikiran, serta mengendalikan nafasnya. Klien ibu hamil dapat melakukan ini sendiri (self hypnosis) atau dengan pimpinan pendamping persalinan/ bidan.

Saat ini kami, team hypnobirthing Indonesia sedang berupaya menyebarluaskan ilmu ini kepada bidan-bidan, dan dokter di berbagai daerah di Indonesia. Kurang lebih sudah ada 2000 bidan dan Dokteryang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang telah mengikuti program pelatihan hypnobirthing. Dan dari hasil evaluasi laporan yang selalu di kirimkan oleh bidan-bidan ternyata setelah mengikuti pelatihan ini hasilnya luarbiasa dan para bidan tersebut sangat merasakan keuntungan dan manfaatnya, baik bagi diri pribadi, keluarga maupun bagi pasiennya.

Rahim seumpama sebuah kantong yang dilapisi berbagai lapisan otot-otot yang mana seluruh otot tersebut akan bekerja secara harmoni dan anda akan merasakan sensasi yang luarbiasa apabila anda mampu relaks pada saat proses persalinan. Seperti kita tahu ibu mempunyai otot yang panjang dari atas ke bawah sampai serviks, ketika rahim terjadi kontraksi maka otot inilah yang membuat serviks menjadi lebih pendek. Sedangkan otot yang berbentuk melingkar/ sirkular inilah yang membantu tetap menjaga pintu jalan lahir tetap tertutup pada masa kehamilan sedangkan pada saat proses persalinan ketika terjadi kontraksi, otot panjang membuat jalan lahir semakin pendek sedangkan otot yang melingkat rileks dan membuat jalan lahir terbuka. Dan semua ini akan berlangsung secara harmoni apabila anda benar-benar rileks dan tenang.

Sudah banyak penelitian yang meneliti tentang manfaat dan keuntungan relaksasi hypno-birthing yang diterapkan pada ilmu ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, antara lain:

Manfaat dan Keuntungan Untuk Ibu:

a. Relaksasi Hypno-birthing dapat membantu ibu lebih tenang dalam menghadapi perubahan tubuhnya pada masa kehamilan.

b. Membantu ibu mengatasi keluhan ibu selama kehamilan muda (mual muntah, pusing)

b. Merupakan formula dasar yang alami dari Pain Management. Pengobatan ini tidak memiliki potensi efek samping terhadap bayi.

c. Mampu menghadirkan rasa nyaman, relaks, dan aman selama kehamilan hingga menjelang kelahiran

d. Relaksasi hypno-birthing mengajarkan level yang lebih dalam dari relaksasi untuk mengeliminasi stres serta ketakutan & kekhawatiran menjelang kelahiran yang dapat menyebabkan ketegangan, rasa nyeri dan sakit saat bersalin

e. Membuat ibu mampu mengontrol sensasi rasa sakit pada saat kontraksiuterus/rahim

f. Membantu ibu untuk meningkatkan ketenangan diri saat proses persalinan. Emosi dan jiwa tenang memungkinkan ibu untuk tidak berteriak/mengamuk/menjerit saat menahan sakit akibat kontraksi. Karena ibu sudah siap secara mental

g. Membuat ibu bersalin tetap pada kondisi terjaga dan sadar

  1. Martin, A.A., et al., (2001) menyatakan bahwa dengan metode relaksasi hypno-birthing, maka dapat mempercepat Kala I Persalinan(± 3 jam pada primipara dan 2 jam pada multipara), mengurangi resiko terjadinya komplikasi, dan mempercepat proses penyembuhan pada post partum.

i. Relaksasi hypno-birthing membuat ibu mampu menghemat energinya pada saat bersalin sehingga dapat mencegah kelelahan saat persalinan.

j. Tidak memerlukan pelatihan yang lama atau suatu ritual khusus untuk dapat sukses mempraktekkan relaksasi saat persalinan.

k. Meningkatkan kadar Endorphin dalam tubuh untuk mengurangi rasa nyeri pada saatkontraksi.

l. Menghilangkan rasa takut, tegang, dan panik saat bersalin

m. Mengurangi resiko terjadi komplikasi dalam persalinan, mengurangi resiko operasi dan mempercepat pemulihan ibu postpartum (Mehl-Madrona, 2004).

n. Persiapan relaksasi hypno-birthing bermanfaat bagi semua keluarga, termasuk mereka yang karena memang mengalami suatu keadaan khusus, berada dalam kategori resiko tinggi jika persalinan mereka berlangsung tidak seperti yang diharapkan

o. Relaksasi hypno-birthing membuat orangtua menjadi lebih rileks, tenang dan memegang kendali saat mereka membahas berbagai pilihan yang ada, mengevaluasi situasinya, dan mengambil keputusan mengenai persalinan. Suasana hati yang tenang dan damai dapat membuat pemulihan ibu menjadi lebih mudah dan mengurangi komplikasi

p. Terapi ini mengajarkan para ibu untuk memahami dan melepaskan Fear-Tension-Pain Syndrome yang seringkali menjadi penyebab kesakitan dan ketidaknyamanan selama proses kelahiran

  1. Membantu menjaga suplai O2 kepada bayi selama proses persalinan.
  2. Meningkatkan ikatan batin ibu terhadap bayi dan suami
  3. Membantu kondisi janin terlepas dari kondisi terlilit tali pusat bahkan bisa memperbaiki posisi janin yang letak sungsang menjadi letak belakang kepala (vertek). Hal ini dimungkinkan dengan ibu sering melakukan hipnosis atau berkomunikasi dengan janinnya. Karena ibu dan janin punya komposisi sama yaitu body, mind dan soul. Komunikasi antara soul ibu dengan spirit baby dapat dilakukan. Misal, ”Ayo, putar kepalamu ke bawah agar keluarnya mudah.”
  4. Relaksasi ini mampu membantu ibu mempersiapkan proses menyusui secara mental maupun fisik sehingga produksi air susu ibu cukup bagi bayinya.
  5. Dengan kondisi relaks dan tenang yang dimiliki ibu, maka resiko terjadinya post partum blues/ depresi pada masa nifas dapat dihindarkan.
  6. Mampu membantu mengurangi rasa nyeri pada masa nifas.
  7. Kondisi yang rileks pada pikiran dan tubuh membuat seluruh otot dalam tubuh menjadi lebih rileks sehingga secara otomatis dapat mengurangi resiko terjadinya robekan jalan lahir amupun resiko pengguntingan jalan lahir (episiotomy) pada saat persalinan.

 

Manfaat dan Keuntungan Untuk Bayi:

  1. Getaran tenang dan damai akan dirasakan oleh Janin yang merupakan dasar dari perkembangan jiwa (SQ)

2. Pertumbuhan janin lebih sehat karena keadaan tenang akan memberikan hormon-hormon yang seimbang ke janin lewat plasenta.

 

Manfaat dan Keuntungan Untuk Suami/ Pendamping Persalinan:

  1. Suami/pendamping persalinan menjadi lebih tenang dalam mendampingi proses persalinan.
  2. Emosi suami akan menjadi lebih stabil dalam kehidupan sehari-hari
  3. Membantu memperbaiki dan memperkuat hubungan dan ikatan batin antara istri suami serta bayi yang dikandung.
  4. Aura positif dan tenang yang dimiliki oleh suami/pendamping persalinan akan mempengaruhi aura ibu bersalin dan orang-orang disekitarnya.

Keuntungan yang didapatkan bidan / dokter:

  1. Dapat lebih focus dan konsentrasi bekerja karena tidak perlu menghadapi emosi labil sang ibu yang hendak melahirkan
  2. Kemungkinan timbulnya komplikasi dan masalah saat proses persalinan sangat kecil
  3. Tidak perlu menggunakan obat bius untuk ibu yang hendak bersalin
  4. Lebih mudah menangani ibu hamil karena lebih tenang dan rileks saat bersalin

Sumber : www.bidankita.com

Depresi Post Partum dan Operasi Sesar

beberapa alasan yang menjadi faktor pemicu bahwa operasi SC sangat berpotensial mempengaruhi psikologis dan mood sang ibu bahkan bisa menimbulkan trauma atau depresi pada masa post partum:

  1. Persalinan dengan metode SC seringkali membutuhkan waktu pemulihan lebih lama & lebih sulit: sebagian besar seorang ibu membutuhkan waktu rata-rata 6 minggu atau lebih untuk pulih dari bedah caesar. Sedangkan pada persalinan pervaginam Anda hanya membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa jam untuk bisa bangun, berjalan dan melakukan aktifitas kembali.
  2. Peluang ikatan /bonding yang terbatas setelah lahir: Tidak seperti kelahiran normal di mana bayi diletakkan di dada ibu segera setelah lahir, kebanyakan Operasi Caesar tidak memberikan akses / ikatan antara ibu dan anak selama “Golden Hour” (http://www.medscape.com/ viewarticle/710137) dan kondisi ini dapat sangat mengganggu ikatan/bonding dan mempersulit masa menyusui awal.
  3. Peningkatan risiko trauma: Trauma psikologis & Fisik pada Ibu mungkin telah merencanakan caesar nya dan apalagi Ibu yang mungkin mengharapkan untuk melahirkan melalui vagina dan ternyata harus menghadapi Bedah Caesar darurat untuk sejumlah alasan.
  4. Peningkatan kemungkinan kehamilan berikutnya berisiko tinggi termasuk Plasenta Previa dan akreta. Operasi Sc meningkatkan risiko terjadinya Placenta Previa dan akreta dengan kehamilan berikutnya. kelahiran sesar juga meningkatkan resiko jumlah komplikasi yang mengancam jiwa yang dapat mengakibatkan kelahiran prematur juga pendarahan

 

Namun tentu saja Anda dan saya tidak bisa menolak atau bahkan tidak bisa berbuat apapun, manakala operasi SC darurat harus di lakukan demi sejumlah alasan atau indikasi. Namun tetap Ada beberapa hal yang Anda bisa lakukan untuk membantu meningkatkan kesempatan Anda untuk mendapatkan hasil yang positif atau pengalaman yang positif setelah bedah caesar baik yang direncanakan atau keadaan darurat:

  1. Mendidik diri sendiri tentang risiko persalinan dengan Operasi SC.

Operasi Sc harusnya di lakukan hanya dengan indikasi saja. mereka mutlak diperlukan dalam persentase kecil kasus. Dan Meskipun Anda mungkin tidak berencana untuk melakukan operasi caesar, tetap saja Anda harus mempersiapkan birth plan Anda dari mulai birth plan A (persalinan normal/vaginam), birth plan B (persalinan normal dnegan tindakan), bahkan hingga birth plan C (Persalinan dengn operasi SC). Knowledge is POWER! Pengetahuan adalah kunci! Seorang wanita yang berpendidikan akan tahu hak-haknya, mengetahui risiko, dan bersiaplah untuk mendiskusikannya dengan dokter Anda dengan cerdas. Libatkan pasangan Anda sehingga ia / dia siap dan mampu memperjuangkan hak-hak Anda juga.

  1. Carilah provider atau carilah tenaga kesehatan (dokter atau bidan) dimana tingkat kejadian operasi SC-nya sangat rendah. Ini harus Anda lakukan jika Anda mendedikasikan diri Anda untuk dapat melahirkan secara normal.
  2. Diskusikan perasaan dan keinginan Anda tentang pilihan persalinan Anda dengan dokter Anda sebelum hari persalinan tiba. Pastikan Anda dan provider Anda berada dalam satu visi dan Anda merasakan nyaman. Anda dan dokter/bidan adalah tim, bukan diktator. (Ini harus berjalan dua arah)
  3. Diskusikan riwayat kesehatan mental setelah kelahiran atau secara umum dengan dokter Anda sebelum hari persalinan. Sekali lagi, ini memastikan Anda berdua sadar akan risiko dan siap untuk berurusan dengan mereka ketika “rasa” itu harus muncul pada trimester terakhir atau setelah melahirkan.
  4. Beristirahat setelah melahirkan. Ikuti perintah dan jangan berlebihan sendiri. Sekarang bukan waktu untuk mengatur seluruh urusan rumah. Anda akan lebih cepat sembuh jika Anda meluangkan waktu untuk beristirahat dan biarkan tubuh Anda menyembuhkan dirinya sendiri.
  5. Carilah bidan atau dokter yang bisa membantu Anda untuk tempat curhat atau sharing tentang apa yang Anda rasakan. Andapun bisa bercerita kepada sahabat atau suami tentang perasaan Anda, kurangi rasa “menuntut” terhadap dri sendiri

Dalam sebuah artikel tentang Perasaan post caesar, sebuah survei terbaru yang di tulis oleh Danielle Elwood dan Theresa Shebib pada sebuah survey menyebutkan bahwa Dalam survei mereka, 288 ibu menggambarkan pengalaman mereka bahwa SC itu indahatau memberdayakan. Sebaliknya, 976 ibu menggambarkan pengalaman mereka sebagai sesuatu hal yang mengerikan, membuat frustasi, trauma, atau mengecewakan.

 

Nah Mendidik diri sendiri tentang pilihan melahirkan, membuat Anda lebih bijaksana, dan memastikan bahwa kesehatan mental Anda tetap utuh di atas segalanya. Perawatan diri dan pemberdayaan diri ini haruslah dimulai pada kehamilan, terus melalui melahirkan, dan seterusnya. Pastikan Anda merasa nyaman dengan pilihan yang Anda buat dan Anda mendapatkan informasi terbaik yang tersedia untuk Anda. Ini adalah tubuh Anda, bayi Anda, pilihan Anda. Anda berhak mendapatkan yang terbaik.

 

Pengalaman seorang wanita yang melahirkan secara caesar, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kompleks: Alasan dilakukan caesar, nilai-nilai budayanya, keyakinan dan antisipasi kelahiran, mungkin peristiwa traumatis dalam hidupnya, tersedia dukungan sosial, dan rasa pribadinya kontrol, hanya beberapa (Cummings, 1988; Cranley, 1983; Marut dan Mercer, 1979; Sheppard-McLain1985).

Banyak wanita pulih sepenuhnya secara fisik dan emosional setelah proses persalinan caesar, namun yang lainnya tidak. Kelahiran dengan operasi caesar dapat memiliki dampak psikologis pada beberapa ibu dan ini sudah menjadi perhatian di awal tahun 1980-an (Lipson dan Tilden, 1980 & Baptisti-Richards 1988; Madsen, 1994; Pertson dan Mehl, 1985; Wainer-Cohen dan Estner 1983).

Kelahiran caesar dan Postpartum Depression

Karen Erlichman, LCSW anggota fakultas di Departemen Obstetri dan Ginekologi di University of San Francisco meneliti para wanita yang memiliki kehamilan yang sulit atau kelahiran traumatis. Sebuah penelitian di Inggris yang meneliti tentang kesejahteraan emosional pada ibu hamil pada 30 – 36 minggu kehamilan dan lagi pada 6 minggu setelah mereka melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sejumlah besar wanita yang memiliki kelahiran sesar melaporkan gejala depresi klinis. mereka “tidak bisa mengontrol” peristiwa atau merasa mereka menerima intervensi medis yang tidak perlu berada pada risiko tinggi untuk depresi suasana hati (Green, 1990).

Dibandingkan dengan wanita yang memiliki persalinan spontan pervagina dan wanita yang dilakukan forceps, 46% dari wanita yang melahirkan secara caesar darurat (tidak direncanakan) resiko terjadi gejala depresi meningkat enam kali lebih tinggi pada tiga bulan setelah melahirkan. Peningkatan risiko depresi postpartum tidak dapat dikaitkan dengan disfungsi kepribadian. Seandainya rasa sakit dari pemulihan fisik menjadi penyebab depresi, para peneliti berspekulasi, orang akan lebih cenderung melihat perbedaan pada satu bulan daripada di 3 bulan setelah operasi caesar. Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa, persepsi mereka terhadap operasi Sc darurat yang mereka alami telah menurunkan harga diri mereka, meninggalkan perasaan gagal, kehilangan kontrol dan kekecewaan. (Boyce dan Todd, 1992).

Sebuah operasi caesar bisa menjadi prosedur untuk menyelamatkan nyawa ibu maupun bayinya, namun data terakhir menunjukkan bahwa operasi caesar menempatkan perempuan pada peningkatan risiko untuk terjadi komplikasi medis pada kehamilan dan kelahiran berikutnya (Rageth, 1999). Mengingat bukti bahwa operasi caesar juga dapat menempatkan beberapa wanita pada peningkatan risiko psikologis, seoramh perempuan harus didorong dan didukung dalam upaya mereka untuk menghindari operasi caesar.

Mari berdayakan diri.

Dikutip dari www.bidankita.com

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STIKES ‘AISYIYAH PALEMBANG

* PRODI S1 FARMASI

* PRODI D.III KEPERAWATAN

* PRODI D.III KEBIDANAN

  • Persyaratan
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Lulusan SMU Semua Jurusan atau Madrasah Aliyah Program IPA/IPS dan SMK
  3. Tinggi badan laki – laki 155cm dan perempuan 150cm (khusus untuk D.III Keperawatan dan D. III Kebidanan)
  4. Menyerahkan Fotocopy Kartu Pelajar (bagi yang belum lulus)
  5. Berbadan sehat, tidak buta warna dan tidak mempunyai cacat tubuh, tidak ada gangguan pendengaran yang dapat mengganggu kelancaran studi dalam pendidikannya atau pelaksanaan tugasnya setelah selesai pendidikan
  6. Bersedia mematuhi peraturan yang berlaku

Kelengkapan Pendaftaran

Peserta datang mendaftar di Kampus Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Palembang untuk mengisi formulir pndaftaran dan menyerahkan :

  1. Fotocopy Ijazah/STTB dan NEM yang telah dilegalisir atau surat tanda kelulusan dari sekolah bagi lulusan tahun 2011
  2. Fotocopy Raport SMA kelas 1 sampai kelas 3
  3. Fotocopy akte kelahiran/surat keterangan lahir dengan menunjukkan aslinya
  4. Pas Photo hitam putih ukuran 4×6 sebanyak 5 (lima) lembar dan 2×3 sebanyak 4 (empat) lembar yang di buat paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum hari pendaftaran, menghadap kedepan tidak memakai kacamata

Tahap SIPENSIMARU

  • Ujian Tulis
  • Tes Kesehatan
  • Psikotes dan Wawancara
  • Agama/Al-Islam

 

KEUNGGULAN

  1. Bagi mahasiswa berprestasi mempunyai kesempatan mendapat beasiswa yang berasal dari organisasi profesi kebidanan (IBI), Kopertis Wilayah II dan Instansi Pemerintah. Sampai saat ini hampir 30% mahasiswa mendapatkan beasiswa dari berbagai instansi, khususnya Kopertis Wilayah II
  2. Lingkungan kampus yang tenang serta akses yang mudah karena berada di tengah kota
  3. Lahan Praktek yang terserbar di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta
  4. Jaringan kerjasama dengan PTN, PTS, Rumah Sakit dan Instansi terkait
  5. Pembinaan dan Pemantapan Imtaq
  6. Kegiatan kemahasiswaan yang berupa paduan suara, seni tari, drama, olahraga, outbound, dll

 

PENDAFTARAN SIPENSIMARU TAHUN AKADEMIK 2015 – 2016

# GELOMBANG I       : 1 Maret s/d  30 Agustus 2015

 

 

 

Kegiatan Bakti Sosial Pos Daya AKBID dan AKPER ‘Aisyiyah Palembang

Ahad, 02 Juni 2013 bertempat di Akademi Keperawatan ‘Aisyiyah Palembang civitas AKBID dan AKPER ‘Aisyiyah Palembang melaksanakan Bakti Sosial dan Pos Daya bagi masyarakat di sekitar kampus AKBID dan AKPER.

Acara ini merupakan acara yang pertama kali di laksanakan antara AKBID dan AKPER Aisyiyah, dimana dilaksanakan kegiatan sembako gratis, pemeriksaan kesehatan bagi lansia, balita, ibu hamil  serta pemberian makanan tambahanan bagi balita. Diharapkan acara ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat di sekitar kampus.

 

 

Maju terus AKBID dan AKPER ‘Aisyiyah Palembang

Seminar “The Golden Age Period” AKBID Aisyiyah Palembang dan Penerbit Erlangga

Seminar “The Golden Age Period” AKBID Aisyiyah Palembang dan Penerbit Erlangga

Palembang – Akademi Kebidanan ‘Aisiyah Palembang bekerjasama dengan Penerbit Erlangga Cabang Palembang mengadakan sebuah seminar pendidikan kesehatan dengan tema “Periode Emas Masa Tumbuh Kembang Anak”

Seminar yg bertemakan “Periode Emas Masa Tumbuh Kembang Anak” ini diadakan pada hari Kamis, 23 Mei 2013 di Gedung Program Pasca Sarjana MM Universitas Sriwijaya Bukit Besar Palembang. Seminar ini menghadirkan dua pembicara profesional kesehatan yaitu dr. Masayu Rita Dewi Arifin, Sp.A (K) selaku dokter spesialis anak dari Rumah Sakit dr.Mohammad Hoesin Palembang dan Itriyah, S.Psi, MA selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari seluruh mahasiswa dan dosen AKBID ‘Aisyiyah Palembang . Turut hadir dalam acara Dra. Hj. Darmi Hartati, MM selaku Ketua BPH AKBID ‘Aisyiyah Palembang.

 

 Seminar AKBID 'Aisyiyah Palembang Tahun 2013

Seminar ini dibuka dengan sambutan dari ketua BPH AKBID ‘Aisyiyah Palembang, Ibu Dra.Hj. Darmi Hartati, MM. Selain itu, turut memberikan kata sambutan Ibu Risa Devita, SST, M.Kes yang merupakan Direktur AKBID ‘Aisyiyah Palembang dan sambutan dari penerbit Erlangga cabang Palembang.

Materi pembuka seminar ini diberikan dr. Masayu Rita Dewi Arifin, Sp.A (K) yang membicarakan tentang pentingnya peran tenaga kesehatan khususnya bidan dalam masa periode emas tersebut dimana bidan telah berperan awal dari masa sebelum kehamilan

Pembicara kedua yaitu Itriyah, S.Psi, MA memberikan materi tentang psikologi pada masa anak-anak dimana di ungkapkan bahwa usia 0-6 tahun atau periode emas dibagi dalam 3 tahapan yaitu masa sebelum lahir, masa bayi dan masa awal kanak-kanak. Pada ketiga tahapan tersebut banyak terjadi perubahan yang mencolok, baik fisik maupun psikologis.

Seminar yang di moderatori oleh ibu Wita Solama, SST ini berjalan sangat interaktif. Seluruh peserta terlihat antusias dan memberikan banyak pertanyaan seputar peran bidan dalam masa tumbuh kembang anak di periode emas.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada seluruh mahasiswa sebagai calon-calon bidan dalam menerapkan ilmunya nanti di lapangan (RS)