FAKTA tentang Induksi, C-Section, & VBAC

Operasi Sesar merupakan intervensi yang memang kadang diperlukan dalam rangka untuk menyelamatkan jiwa ibu maupun bayi. Namun di satu pertanyaan yang sangat menggelitik batin dan pikiran saya adalah, mengapa semakin hari kian banyak ibu yang harus di Induksi atau harus melakukan Operasi Sesar? Sehingga seolah-olah seorang wanita sudah kehilangan kemampuan tubuhnya untuk melahirkan secara normal alami.

Baca selengkapnya

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta Dapat Izin S2 Kebidanan

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mendapat surat penugasan pembukaan prodi baru S2 Kebidanan. Surat ini diserahkan langsung Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso kepada Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, di Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jumat(5/7)

Penyerahan di lakukan bersamaan dengan ceramah dan dialog ilmiah dengan tema “Membangun Pendidikan Tinggi Kesehatan yang unggul di kampus terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Ring Road Barat Sleman Yogyakarta. Pendidikan S2 diharapkan bisa membuat perguruan tinggi ini lebih dinamis.

Menurut Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp. Mat, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian milad ke-50th STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, yang merupakan upaya untuk mewujudkan konsep pendidikan tinggi yang unggul.

Menurut  Dirjen Dikti, Prof. Djoko Santoso, M.Sc, saat ini di Indonesia ada sekitar 3000 perguruan tinggi. Sebanyak 165 perguruan tinggi di Indonesia adalah dari Muhammadiyah/’Aisyiyah. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah/’Aisyiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah berhenti. Dan dalam perjalanannya STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta diberi surat penugasan pembukaan  prodi baru S2 Kebidanan. Hal ini merupakan suatu prestasi bagi STIKES ‘Aisyiyah sebagi perguruan tinggi swasta pertama  membuka prodi tersebut.

Pada ceramah ilmiah ini, Djoko Santoso menjelaskan mengenai landasan hukum pendidikan tinggi, peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pendidikan yang harus dicermati oleh setiap penyelenggara pendidikan.