STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta Dapat Izin S2 Kebidanan

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mendapat surat penugasan pembukaan prodi baru S2 Kebidanan. Surat ini diserahkan langsung Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso kepada Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, di Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jumat(5/7)

Penyerahan di lakukan bersamaan dengan ceramah dan dialog ilmiah dengan tema “Membangun Pendidikan Tinggi Kesehatan yang unggul di kampus terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Ring Road Barat Sleman Yogyakarta. Pendidikan S2 diharapkan bisa membuat perguruan tinggi ini lebih dinamis.

Menurut Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp. Mat, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian milad ke-50th STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, yang merupakan upaya untuk mewujudkan konsep pendidikan tinggi yang unggul.

Menurut  Dirjen Dikti, Prof. Djoko Santoso, M.Sc, saat ini di Indonesia ada sekitar 3000 perguruan tinggi. Sebanyak 165 perguruan tinggi di Indonesia adalah dari Muhammadiyah/’Aisyiyah. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah/’Aisyiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah berhenti. Dan dalam perjalanannya STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta diberi surat penugasan pembukaan  prodi baru S2 Kebidanan. Hal ini merupakan suatu prestasi bagi STIKES ‘Aisyiyah sebagi perguruan tinggi swasta pertama  membuka prodi tersebut.

Pada ceramah ilmiah ini, Djoko Santoso menjelaskan mengenai landasan hukum pendidikan tinggi, peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pendidikan yang harus dicermati oleh setiap penyelenggara pendidikan.

BAKTI SOSIAL AWAL RAMADHAN 1434 HIJRIAH

Dalam rangka menyambut Ramadhan 1434 H, Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial berupa sembako murah dan pemeriksaan kesehatan pada hari Kamis, 04 Juli 2013. Acara yang berlangsung di lingkungan Kampus AKBID ‘Aisyiyah Palembang  ini merupakan salah satu kegiatan yang di selenggarakan oleh Pihak civitas akademi dan Senat mahasiswa dalam hal ini adalah Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) komisariat AKBID ‘Aisyiyah Palembang.

Dalam kegiatan ini sebanyak 60 paket sembako murah di berikan kepada masyarakat disekitar lingkungan kampus AKBID ‘Aisyiyah Palembang dan sebanyak 50 orang melakukan pemeriksaan kesehatan baik anak-anak, ibu hamil dan lansia.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat di sekitar lingkungan kampus AKBID ‘Aisyiyah Palembang sehingga masyarakat dapat melaksakan ibadah puasa ramadhan dengan lebih baik.(rd)

 

Kegiatan Bakti Sosial Pos Daya AKBID dan AKPER ‘Aisyiyah Palembang

Ahad, 02 Juni 2013 bertempat di Akademi Keperawatan ‘Aisyiyah Palembang civitas AKBID dan AKPER ‘Aisyiyah Palembang melaksanakan Bakti Sosial dan Pos Daya bagi masyarakat di sekitar kampus AKBID dan AKPER.

Acara ini merupakan acara yang pertama kali di laksanakan antara AKBID dan AKPER Aisyiyah, dimana dilaksanakan kegiatan sembako gratis, pemeriksaan kesehatan bagi lansia, balita, ibu hamil  serta pemberian makanan tambahanan bagi balita. Diharapkan acara ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat di sekitar kampus.

 

 

Maju terus AKBID dan AKPER ‘Aisyiyah Palembang

Seminar “The Golden Age Period” AKBID Aisyiyah Palembang dan Penerbit Erlangga

Seminar “The Golden Age Period” AKBID Aisyiyah Palembang dan Penerbit Erlangga

Palembang – Akademi Kebidanan ‘Aisiyah Palembang bekerjasama dengan Penerbit Erlangga Cabang Palembang mengadakan sebuah seminar pendidikan kesehatan dengan tema “Periode Emas Masa Tumbuh Kembang Anak”

Seminar yg bertemakan “Periode Emas Masa Tumbuh Kembang Anak” ini diadakan pada hari Kamis, 23 Mei 2013 di Gedung Program Pasca Sarjana MM Universitas Sriwijaya Bukit Besar Palembang. Seminar ini menghadirkan dua pembicara profesional kesehatan yaitu dr. Masayu Rita Dewi Arifin, Sp.A (K) selaku dokter spesialis anak dari Rumah Sakit dr.Mohammad Hoesin Palembang dan Itriyah, S.Psi, MA selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari seluruh mahasiswa dan dosen AKBID ‘Aisyiyah Palembang . Turut hadir dalam acara Dra. Hj. Darmi Hartati, MM selaku Ketua BPH AKBID ‘Aisyiyah Palembang.

 

 Seminar AKBID 'Aisyiyah Palembang Tahun 2013

Seminar ini dibuka dengan sambutan dari ketua BPH AKBID ‘Aisyiyah Palembang, Ibu Dra.Hj. Darmi Hartati, MM. Selain itu, turut memberikan kata sambutan Ibu Risa Devita, SST, M.Kes yang merupakan Direktur AKBID ‘Aisyiyah Palembang dan sambutan dari penerbit Erlangga cabang Palembang.

Materi pembuka seminar ini diberikan dr. Masayu Rita Dewi Arifin, Sp.A (K) yang membicarakan tentang pentingnya peran tenaga kesehatan khususnya bidan dalam masa periode emas tersebut dimana bidan telah berperan awal dari masa sebelum kehamilan

Pembicara kedua yaitu Itriyah, S.Psi, MA memberikan materi tentang psikologi pada masa anak-anak dimana di ungkapkan bahwa usia 0-6 tahun atau periode emas dibagi dalam 3 tahapan yaitu masa sebelum lahir, masa bayi dan masa awal kanak-kanak. Pada ketiga tahapan tersebut banyak terjadi perubahan yang mencolok, baik fisik maupun psikologis.

Seminar yang di moderatori oleh ibu Wita Solama, SST ini berjalan sangat interaktif. Seluruh peserta terlihat antusias dan memberikan banyak pertanyaan seputar peran bidan dalam masa tumbuh kembang anak di periode emas.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada seluruh mahasiswa sebagai calon-calon bidan dalam menerapkan ilmunya nanti di lapangan (RS)

Hardiknas 2013, Pendidikan Sebagai Vaksin dan Elevator Sosial

Jakarta — Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2013, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai vaksin dan elevator sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua hal tersebut dapat menaikkan daya tahan sosial agar terhindar dari penyakit kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan beradaban, serta meningkatkan status sosial masyarakat.

“Bagaimana caranya menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial,” kata Mendikbud saat membacakan sambutannya pada upacara peringatan Hardiknas (2/5), di halaman Kantor Kemdikbud.

Pentingnya peranan tersebut, kata Menteri Nuh, melatar belakangi dipilihnya tema Hardiknas 2013 “Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”.Tema itu merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan harus dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan.

Mendikbud mengatakan, akses pendidikan dipengaruhi oleh ketersediaan satuan pendidikan dan keterjangkauan dari sisi pembiayaan. Untuk itu, pemerintah terus menerus menyiapkan ketersediaan satuan pendidikan yang layak, terutama di daerah 3T, termasuk di dalamnya pengiriman guru melalui program Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM3T).

Dari sisi keterjangkauan pemerintah telah menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidik Misi dan Beasiswa. Pada tahun 2013 ini, telah disiapkan anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas.

Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap  jenjang, tetapi hanya di kelas 1 (satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD, dan kelas 7(tujuh) untuk SMP, serta kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK. Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.

Kurikulum 2013 Ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. “Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045,” katanya. (AR)

Sumber : www.dikti.go.id