FAKTA tentang Induksi, C-Section, & VBAC

Operasi Sesar merupakan intervensi yang memang kadang diperlukan dalam rangka untuk menyelamatkan jiwa ibu maupun bayi. Namun di satu pertanyaan yang sangat menggelitik batin dan pikiran saya adalah, mengapa semakin hari kian banyak ibu yang harus di Induksi atau harus melakukan Operasi Sesar? Sehingga seolah-olah seorang wanita sudah kehilangan kemampuan tubuhnya untuk melahirkan secara normal alami.

Baca selengkapnya

HYPNOBIRTHING

Sesungguhnya relaksasi Hypno-birthing merupakan tehnik lama yang dahulu sering diajarkan dan dilakukan oleh orang-orang tua kita. Dan saat ini dijelaskan dengan penjelasan ilmiah dan dilengkapi dengan berbagai riset/penelitian, sehingga dapat dilakukan secara terprogram sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal.

 

Metode relaksasi Hypno-birthing merupakan salah satu tehnik swasugesti, dalam menghadapi dan menjalani kehamilan serta persiapan melahirkan sehingga para wanita hamil mampu melalui masa kehamilan dan persalinannya dengan cara yang alami, lancar, dan nyaman (tanpa rasa sakit). Dan yang lebih penting lagi adalah untuk kesehatan jiwa dari bayi yang dikandungnya.

 

Metode relaksasi Hypno-birthing ini dikembangkan berdasarkan adanya keyakinan bahwa dengan persiapan melahirkan yang holistic/menyeluruh (Body, Mind and Spirit) maka di saat persalinan, wanita dan juga pendampingnya (suami), akan dapat melalui pengalaman melahirkan yang aman, nyaman, tenang dan memuaskan, jauh dari rasa takut yang menimbulkan ketegangan dan rasa sakit. Dengan kata lain, jika pikiran dan tubuh mencapai kondisi harmoni, maka alam akan bisa berfungsi dengan cara yang sama seperti pada semua mahluk lainnya

Melalui latihan-latihan yang diberikan oleh bidan/dokter, wanita hamil bisa mengkondisikan tubuh dan jiwa/pikiran secara harmonis selama kehamilan hingga mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan. Dengan demikian, tercipta rasa tenang dan rasa yakin bahwa tubuhnya akan mampu berfungsi secara alami dalam proses tersebut. Sebab setelah belajar memasuki kondisi relaksasi yang dalam, wanita hamil akan mampu menetralisir rekaman negatif yang ada di alam/jiwa bawah sadarnya serta menggantinya dengan memasukkan program positif/ reprogamming.

Bukan itu saja, dalam latihan relaksasi Hypno-birthing ini wanita hamil juga akan terlatih untuk lebih peka terhadap janinnya, sehingga akan mampu berkomunikasi dengan janin, bahkan bekerjasama ketika menjalani proses persalinan. Karena sesungguhnya janin atau bayi di dalam kandungan juga memiliki body, mind dan spirit. Meski body/ tubuhnya masih kecil, mind/jiwa baru punya unsur perasaan, janin sudah memiliki spirit/roh. Dan, justru karena pada bayi baru memiliki unsur jiwa perasaan, dengan rajin melakukan relaksasi, ibu akan lebih mudah berkomunikasi dengan “Spirit baby-nya“.

Proses relaksasi Hypno-birthing bekerja berdasarkan kekuatan sugesti. Proses ini menggunakan afirmasi positif, sugesti dan visualisasi untuk menenangkan tubuh, memandu fikiran, serta mengendalikan nafasnya. Klien ibu hamil dapat melakukan ini sendiri (swa sugesti) atau dengan pimpinan pendamping persalinan/ bidan. Bisa dengan memberikan afirmasi verbal yang membantu untuk memasuki kondisi tenang (calm state). Bisa juga dilakukan melalui visualisasi (membayangkan bunga yang bermekaran, melihat pelangi, melihat apa yang akan terjadi kepada seseorang dll) maupun dengan mengunakan gerakan idio motor untuk mencapai relaksasi.

Teknik relaksasi hypno-birthing sangatlah sederhana dan kunci untuk mencapai keberhasilan dari metode ini adalah praktek baik di kelas antenatal maupun di rumah sehingga teknik-teknik dalam relaksasi hypno-birthing bisa menjadi kebiasaan bagi ibu untuk mencapai dan menciptakan kondisi relaksasi selama kehamilan dan menghadapi persalinan. Untuk mencapai keberhasilan yang lebih optimal, dalam mempraktekkan metode ini, ibu memerlukan seseorang yang mampu membimbingnya untuk selalu berlatih, disinilah perlunya peran pendamping. Pendamping disini adalah mitra/patner ibu entah itu suami atau orang terdekat ibu. Oleh karena itu sangat penting sekali untuk mengajak dan melibatkan suami/ patner ibu saat memberikan pelatihan relaksasi hypno-birthing selama antenatal. Sehingga suami bisa menjadi motivator bahkan pembimbing bagi ibu untuk selalu berlatih teknik relaksasi relaksasi hypno-birthing.

Bukan itu saja, dalam latihan hypno-birthing ini wanita hamil juga akan terlatih untuk lebih peka terhadap janinnya, sehingga akan mampu berkomunikasi dengan janin, bahkan bekerjasama ketika menjalani proses persalinan. Karena sesungguhnya janin atau bayi di dalam kandungan juga memiliki body, mind dan spirit. Meski body/tubuhnya masih kecil, mind/jiwa baru punya unsur perasaan, janin sudah memiliki spirit/roh. Dan, justru karena pada bayi baru memiliki unsur jiwa perasaan, dengan rajin melakukan relaksasi, ibu akan lebih mudah berkomunikasi dengan “Spirit babynya“.

Hypno-birthing juga sangat mudah dipelajari, aman, tanpa efek samping dan mampu menjadi solusi dalam mengatasi rasa takut, cemas maupun nyeri selama proses kehamilan dan persalinan.

Proses Hypno-birthing bekerja berdasarkan kekuatan sugesti. Proses ini menggunakan afirmasi positif, sugesti dan visualisasi untuk menenangkan tubuh, memandu fikiran, serta mengendalikan nafasnya. Klien ibu hamil dapat melakukan ini sendiri (self hypnosis) atau dengan pimpinan pendamping persalinan/ bidan.

Saat ini kami, team hypnobirthing Indonesia sedang berupaya menyebarluaskan ilmu ini kepada bidan-bidan, dan dokter di berbagai daerah di Indonesia. Kurang lebih sudah ada 2000 bidan dan Dokteryang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang telah mengikuti program pelatihan hypnobirthing. Dan dari hasil evaluasi laporan yang selalu di kirimkan oleh bidan-bidan ternyata setelah mengikuti pelatihan ini hasilnya luarbiasa dan para bidan tersebut sangat merasakan keuntungan dan manfaatnya, baik bagi diri pribadi, keluarga maupun bagi pasiennya.

Rahim seumpama sebuah kantong yang dilapisi berbagai lapisan otot-otot yang mana seluruh otot tersebut akan bekerja secara harmoni dan anda akan merasakan sensasi yang luarbiasa apabila anda mampu relaks pada saat proses persalinan. Seperti kita tahu ibu mempunyai otot yang panjang dari atas ke bawah sampai serviks, ketika rahim terjadi kontraksi maka otot inilah yang membuat serviks menjadi lebih pendek. Sedangkan otot yang berbentuk melingkar/ sirkular inilah yang membantu tetap menjaga pintu jalan lahir tetap tertutup pada masa kehamilan sedangkan pada saat proses persalinan ketika terjadi kontraksi, otot panjang membuat jalan lahir semakin pendek sedangkan otot yang melingkat rileks dan membuat jalan lahir terbuka. Dan semua ini akan berlangsung secara harmoni apabila anda benar-benar rileks dan tenang.

Sudah banyak penelitian yang meneliti tentang manfaat dan keuntungan relaksasi hypno-birthing yang diterapkan pada ilmu ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, antara lain:

Manfaat dan Keuntungan Untuk Ibu:

a. Relaksasi Hypno-birthing dapat membantu ibu lebih tenang dalam menghadapi perubahan tubuhnya pada masa kehamilan.

b. Membantu ibu mengatasi keluhan ibu selama kehamilan muda (mual muntah, pusing)

b. Merupakan formula dasar yang alami dari Pain Management. Pengobatan ini tidak memiliki potensi efek samping terhadap bayi.

c. Mampu menghadirkan rasa nyaman, relaks, dan aman selama kehamilan hingga menjelang kelahiran

d. Relaksasi hypno-birthing mengajarkan level yang lebih dalam dari relaksasi untuk mengeliminasi stres serta ketakutan & kekhawatiran menjelang kelahiran yang dapat menyebabkan ketegangan, rasa nyeri dan sakit saat bersalin

e. Membuat ibu mampu mengontrol sensasi rasa sakit pada saat kontraksiuterus/rahim

f. Membantu ibu untuk meningkatkan ketenangan diri saat proses persalinan. Emosi dan jiwa tenang memungkinkan ibu untuk tidak berteriak/mengamuk/menjerit saat menahan sakit akibat kontraksi. Karena ibu sudah siap secara mental

g. Membuat ibu bersalin tetap pada kondisi terjaga dan sadar

  1. Martin, A.A., et al., (2001) menyatakan bahwa dengan metode relaksasi hypno-birthing, maka dapat mempercepat Kala I Persalinan(± 3 jam pada primipara dan 2 jam pada multipara), mengurangi resiko terjadinya komplikasi, dan mempercepat proses penyembuhan pada post partum.

i. Relaksasi hypno-birthing membuat ibu mampu menghemat energinya pada saat bersalin sehingga dapat mencegah kelelahan saat persalinan.

j. Tidak memerlukan pelatihan yang lama atau suatu ritual khusus untuk dapat sukses mempraktekkan relaksasi saat persalinan.

k. Meningkatkan kadar Endorphin dalam tubuh untuk mengurangi rasa nyeri pada saatkontraksi.

l. Menghilangkan rasa takut, tegang, dan panik saat bersalin

m. Mengurangi resiko terjadi komplikasi dalam persalinan, mengurangi resiko operasi dan mempercepat pemulihan ibu postpartum (Mehl-Madrona, 2004).

n. Persiapan relaksasi hypno-birthing bermanfaat bagi semua keluarga, termasuk mereka yang karena memang mengalami suatu keadaan khusus, berada dalam kategori resiko tinggi jika persalinan mereka berlangsung tidak seperti yang diharapkan

o. Relaksasi hypno-birthing membuat orangtua menjadi lebih rileks, tenang dan memegang kendali saat mereka membahas berbagai pilihan yang ada, mengevaluasi situasinya, dan mengambil keputusan mengenai persalinan. Suasana hati yang tenang dan damai dapat membuat pemulihan ibu menjadi lebih mudah dan mengurangi komplikasi

p. Terapi ini mengajarkan para ibu untuk memahami dan melepaskan Fear-Tension-Pain Syndrome yang seringkali menjadi penyebab kesakitan dan ketidaknyamanan selama proses kelahiran

  1. Membantu menjaga suplai O2 kepada bayi selama proses persalinan.
  2. Meningkatkan ikatan batin ibu terhadap bayi dan suami
  3. Membantu kondisi janin terlepas dari kondisi terlilit tali pusat bahkan bisa memperbaiki posisi janin yang letak sungsang menjadi letak belakang kepala (vertek). Hal ini dimungkinkan dengan ibu sering melakukan hipnosis atau berkomunikasi dengan janinnya. Karena ibu dan janin punya komposisi sama yaitu body, mind dan soul. Komunikasi antara soul ibu dengan spirit baby dapat dilakukan. Misal, ”Ayo, putar kepalamu ke bawah agar keluarnya mudah.”
  4. Relaksasi ini mampu membantu ibu mempersiapkan proses menyusui secara mental maupun fisik sehingga produksi air susu ibu cukup bagi bayinya.
  5. Dengan kondisi relaks dan tenang yang dimiliki ibu, maka resiko terjadinya post partum blues/ depresi pada masa nifas dapat dihindarkan.
  6. Mampu membantu mengurangi rasa nyeri pada masa nifas.
  7. Kondisi yang rileks pada pikiran dan tubuh membuat seluruh otot dalam tubuh menjadi lebih rileks sehingga secara otomatis dapat mengurangi resiko terjadinya robekan jalan lahir amupun resiko pengguntingan jalan lahir (episiotomy) pada saat persalinan.

 

Manfaat dan Keuntungan Untuk Bayi:

  1. Getaran tenang dan damai akan dirasakan oleh Janin yang merupakan dasar dari perkembangan jiwa (SQ)

2. Pertumbuhan janin lebih sehat karena keadaan tenang akan memberikan hormon-hormon yang seimbang ke janin lewat plasenta.

 

Manfaat dan Keuntungan Untuk Suami/ Pendamping Persalinan:

  1. Suami/pendamping persalinan menjadi lebih tenang dalam mendampingi proses persalinan.
  2. Emosi suami akan menjadi lebih stabil dalam kehidupan sehari-hari
  3. Membantu memperbaiki dan memperkuat hubungan dan ikatan batin antara istri suami serta bayi yang dikandung.
  4. Aura positif dan tenang yang dimiliki oleh suami/pendamping persalinan akan mempengaruhi aura ibu bersalin dan orang-orang disekitarnya.

Keuntungan yang didapatkan bidan / dokter:

  1. Dapat lebih focus dan konsentrasi bekerja karena tidak perlu menghadapi emosi labil sang ibu yang hendak melahirkan
  2. Kemungkinan timbulnya komplikasi dan masalah saat proses persalinan sangat kecil
  3. Tidak perlu menggunakan obat bius untuk ibu yang hendak bersalin
  4. Lebih mudah menangani ibu hamil karena lebih tenang dan rileks saat bersalin

Sumber : www.bidankita.com

Depresi Post Partum dan Operasi Sesar

beberapa alasan yang menjadi faktor pemicu bahwa operasi SC sangat berpotensial mempengaruhi psikologis dan mood sang ibu bahkan bisa menimbulkan trauma atau depresi pada masa post partum:

  1. Persalinan dengan metode SC seringkali membutuhkan waktu pemulihan lebih lama & lebih sulit: sebagian besar seorang ibu membutuhkan waktu rata-rata 6 minggu atau lebih untuk pulih dari bedah caesar. Sedangkan pada persalinan pervaginam Anda hanya membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa jam untuk bisa bangun, berjalan dan melakukan aktifitas kembali.
  2. Peluang ikatan /bonding yang terbatas setelah lahir: Tidak seperti kelahiran normal di mana bayi diletakkan di dada ibu segera setelah lahir, kebanyakan Operasi Caesar tidak memberikan akses / ikatan antara ibu dan anak selama “Golden Hour” (http://www.medscape.com/ viewarticle/710137) dan kondisi ini dapat sangat mengganggu ikatan/bonding dan mempersulit masa menyusui awal.
  3. Peningkatan risiko trauma: Trauma psikologis & Fisik pada Ibu mungkin telah merencanakan caesar nya dan apalagi Ibu yang mungkin mengharapkan untuk melahirkan melalui vagina dan ternyata harus menghadapi Bedah Caesar darurat untuk sejumlah alasan.
  4. Peningkatan kemungkinan kehamilan berikutnya berisiko tinggi termasuk Plasenta Previa dan akreta. Operasi Sc meningkatkan risiko terjadinya Placenta Previa dan akreta dengan kehamilan berikutnya. kelahiran sesar juga meningkatkan resiko jumlah komplikasi yang mengancam jiwa yang dapat mengakibatkan kelahiran prematur juga pendarahan

 

Namun tentu saja Anda dan saya tidak bisa menolak atau bahkan tidak bisa berbuat apapun, manakala operasi SC darurat harus di lakukan demi sejumlah alasan atau indikasi. Namun tetap Ada beberapa hal yang Anda bisa lakukan untuk membantu meningkatkan kesempatan Anda untuk mendapatkan hasil yang positif atau pengalaman yang positif setelah bedah caesar baik yang direncanakan atau keadaan darurat:

  1. Mendidik diri sendiri tentang risiko persalinan dengan Operasi SC.

Operasi Sc harusnya di lakukan hanya dengan indikasi saja. mereka mutlak diperlukan dalam persentase kecil kasus. Dan Meskipun Anda mungkin tidak berencana untuk melakukan operasi caesar, tetap saja Anda harus mempersiapkan birth plan Anda dari mulai birth plan A (persalinan normal/vaginam), birth plan B (persalinan normal dnegan tindakan), bahkan hingga birth plan C (Persalinan dengn operasi SC). Knowledge is POWER! Pengetahuan adalah kunci! Seorang wanita yang berpendidikan akan tahu hak-haknya, mengetahui risiko, dan bersiaplah untuk mendiskusikannya dengan dokter Anda dengan cerdas. Libatkan pasangan Anda sehingga ia / dia siap dan mampu memperjuangkan hak-hak Anda juga.

  1. Carilah provider atau carilah tenaga kesehatan (dokter atau bidan) dimana tingkat kejadian operasi SC-nya sangat rendah. Ini harus Anda lakukan jika Anda mendedikasikan diri Anda untuk dapat melahirkan secara normal.
  2. Diskusikan perasaan dan keinginan Anda tentang pilihan persalinan Anda dengan dokter Anda sebelum hari persalinan tiba. Pastikan Anda dan provider Anda berada dalam satu visi dan Anda merasakan nyaman. Anda dan dokter/bidan adalah tim, bukan diktator. (Ini harus berjalan dua arah)
  3. Diskusikan riwayat kesehatan mental setelah kelahiran atau secara umum dengan dokter Anda sebelum hari persalinan. Sekali lagi, ini memastikan Anda berdua sadar akan risiko dan siap untuk berurusan dengan mereka ketika “rasa” itu harus muncul pada trimester terakhir atau setelah melahirkan.
  4. Beristirahat setelah melahirkan. Ikuti perintah dan jangan berlebihan sendiri. Sekarang bukan waktu untuk mengatur seluruh urusan rumah. Anda akan lebih cepat sembuh jika Anda meluangkan waktu untuk beristirahat dan biarkan tubuh Anda menyembuhkan dirinya sendiri.
  5. Carilah bidan atau dokter yang bisa membantu Anda untuk tempat curhat atau sharing tentang apa yang Anda rasakan. Andapun bisa bercerita kepada sahabat atau suami tentang perasaan Anda, kurangi rasa “menuntut” terhadap dri sendiri

Dalam sebuah artikel tentang Perasaan post caesar, sebuah survei terbaru yang di tulis oleh Danielle Elwood dan Theresa Shebib pada sebuah survey menyebutkan bahwa Dalam survei mereka, 288 ibu menggambarkan pengalaman mereka bahwa SC itu indahatau memberdayakan. Sebaliknya, 976 ibu menggambarkan pengalaman mereka sebagai sesuatu hal yang mengerikan, membuat frustasi, trauma, atau mengecewakan.

 

Nah Mendidik diri sendiri tentang pilihan melahirkan, membuat Anda lebih bijaksana, dan memastikan bahwa kesehatan mental Anda tetap utuh di atas segalanya. Perawatan diri dan pemberdayaan diri ini haruslah dimulai pada kehamilan, terus melalui melahirkan, dan seterusnya. Pastikan Anda merasa nyaman dengan pilihan yang Anda buat dan Anda mendapatkan informasi terbaik yang tersedia untuk Anda. Ini adalah tubuh Anda, bayi Anda, pilihan Anda. Anda berhak mendapatkan yang terbaik.

 

Pengalaman seorang wanita yang melahirkan secara caesar, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kompleks: Alasan dilakukan caesar, nilai-nilai budayanya, keyakinan dan antisipasi kelahiran, mungkin peristiwa traumatis dalam hidupnya, tersedia dukungan sosial, dan rasa pribadinya kontrol, hanya beberapa (Cummings, 1988; Cranley, 1983; Marut dan Mercer, 1979; Sheppard-McLain1985).

Banyak wanita pulih sepenuhnya secara fisik dan emosional setelah proses persalinan caesar, namun yang lainnya tidak. Kelahiran dengan operasi caesar dapat memiliki dampak psikologis pada beberapa ibu dan ini sudah menjadi perhatian di awal tahun 1980-an (Lipson dan Tilden, 1980 & Baptisti-Richards 1988; Madsen, 1994; Pertson dan Mehl, 1985; Wainer-Cohen dan Estner 1983).

Kelahiran caesar dan Postpartum Depression

Karen Erlichman, LCSW anggota fakultas di Departemen Obstetri dan Ginekologi di University of San Francisco meneliti para wanita yang memiliki kehamilan yang sulit atau kelahiran traumatis. Sebuah penelitian di Inggris yang meneliti tentang kesejahteraan emosional pada ibu hamil pada 30 – 36 minggu kehamilan dan lagi pada 6 minggu setelah mereka melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sejumlah besar wanita yang memiliki kelahiran sesar melaporkan gejala depresi klinis. mereka “tidak bisa mengontrol” peristiwa atau merasa mereka menerima intervensi medis yang tidak perlu berada pada risiko tinggi untuk depresi suasana hati (Green, 1990).

Dibandingkan dengan wanita yang memiliki persalinan spontan pervagina dan wanita yang dilakukan forceps, 46% dari wanita yang melahirkan secara caesar darurat (tidak direncanakan) resiko terjadi gejala depresi meningkat enam kali lebih tinggi pada tiga bulan setelah melahirkan. Peningkatan risiko depresi postpartum tidak dapat dikaitkan dengan disfungsi kepribadian. Seandainya rasa sakit dari pemulihan fisik menjadi penyebab depresi, para peneliti berspekulasi, orang akan lebih cenderung melihat perbedaan pada satu bulan daripada di 3 bulan setelah operasi caesar. Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa, persepsi mereka terhadap operasi Sc darurat yang mereka alami telah menurunkan harga diri mereka, meninggalkan perasaan gagal, kehilangan kontrol dan kekecewaan. (Boyce dan Todd, 1992).

Sebuah operasi caesar bisa menjadi prosedur untuk menyelamatkan nyawa ibu maupun bayinya, namun data terakhir menunjukkan bahwa operasi caesar menempatkan perempuan pada peningkatan risiko untuk terjadi komplikasi medis pada kehamilan dan kelahiran berikutnya (Rageth, 1999). Mengingat bukti bahwa operasi caesar juga dapat menempatkan beberapa wanita pada peningkatan risiko psikologis, seoramh perempuan harus didorong dan didukung dalam upaya mereka untuk menghindari operasi caesar.

Mari berdayakan diri.

Dikutip dari www.bidankita.com

ASI Eksklusif Bantu Turunkan Risiko Diabetes pada Anak

oleh Fitri Syarifah

Posted: 13/05/2013 17:28
ASI Eksklusif Bantu Turunkan Risiko Diabetes pada Anak
Liputan6.com, Jakarta : Air Susu Ibu (ASI) eksklusif ternyata bukan sekadar makanan sehat untuk bayi, tapi juga membantu mengurangi risiko diabetes yang diderita si ibu.

Menurut Staf Divisi Metabolik Endrokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Dyah Purnamasari, SpPD, ASI ekslusif bisa mencegah risiko diabetes yang diturunkan orangtua ke anaknya.

“Dengan menyusui, sebetulnya ibu tidak perlu berusaha ekstra untuk diet karena berat tubuhnya akan turun dengan cepat dan hebatnya ASI ekslusif juga akan menurunkan risiko diabetes bagi bayi,” kata Dyah yang ditemui di Auditorium RSCM Kencana, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Menurut Dyah, ASI ekslusif sangat membantu bayi dan ibu. Maka itu pemberian edukasi pasca-melahirkan sangat penting.

“Selanjutnya, kontrol dan edukasi juga harus dilakukan dengan seksama oleh dokter kepada pasien ketika bayi lahir. Evaluasi kesehatan bayi bisa dilakukan melalui proses rawat bersama dokter kebidanan, dokter anak, dan dokter penyakit dalam,” jelasnya.

“Maka itu pemberian ASI ekslusif, mengatur nutrisi bayi, membiasakan bayi aktif dan diberi makan sehat adalah hal penting untuk mencegah bayi obesitas dan terhindar dari diabetes,” tandasnya.

Sumber : www.liputan6.com

Bayi Lahir Lebih dari 4 Kg Belum Tentu Sehat

oleh Fitri Syarifah

Posted: 13/05/2013 18:15
Bayi Lahir Lebih dari 4 Kg Belum Tentu Sehat

Liputan6.com, Jakarta : Bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4 kilogram (giant baby) belum tentu sehat. Walaupun bayi terlihat sehat karena gemuk, tapi bisa jadi, ibunya mengalami diabetes saat hamil dan bayi memiliki risiko yang sama.

“Jika ada ibu yang melahirkan bayinya dengan berat lebih dari 4 kilogram, maka kita akan tanya riwayat kehamilannya. Apakah ibu memiliki riwayat diabetes atau tidak. Karena dikhawatirkan, bayi memiliki risiko besar diabetes,” kata Staf Divisi Metabolik Endrokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Dyah Purnamasari, SpPD yang ditemui di RSCM Kencana, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Bila menemui hal seperti itu, menurut Dyah, dokter akan melakukan pemeriksaan gula darah pada bayi.

“Maka itu, dokter harus jeli mengamati pasien. Apakah pasien memang penderita diabetes atau hanya mengalami diabetes pada saat kehamilan (diabetes gestasional),”ujarnya.

Dyah menambahkan, wanita hamil dengan diabetes harus melakukan kendali terhadap diabetesnya supaya tidak terjadi kelahiran bayi dengan berat berlebih maupun prematur.

(Fit/Abd)

Sumber : www.liputan6.com

KANGAROO MOTHER CARE (KMC) ATAU PERAWATAN BAYI LEKAT (PBL)

KMC adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus-menerus dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif. Tujuannya adalah agar bayi kecil tetap hangat. Dapat dimulai segera setelah lahir atau setelah bayi stabil. KMC dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah setelah bayi pulang. Bayi tetap dapat dirawat dengan KMC meskipun belum bisa menyusu, berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif pemberian minum.

Durasi

  • Dijalankan sampai berat badan bayi 2500 gram atau mendekati 40 minggu, atau sampai kurang nyaman dengan KMC, misalnya:

Ø Sering bergerak

Ø Gerakan ekstremitas berlebihan

Ø Bila akan dilakukan KMC lagi bayi nangis

  • Bila ibu perlu istirahat, dapat digantikan ayah, saudara atau petugas kesehatan. Bila tidak ada yang menggantikan, bayi diberi pakaian hangat dan topi, dan diletakkan di boks bayi dalam ruangan yang hangat.
  • Bila bayi sudah kurang nyaman dengan KMC, anjurkan ibu untuk menyapih bayi dari KMC, dan dapat melakukan kontak kulit lagi pada waktu bayi sehabis mandi, waktu malam yang dingin, atau kapan saja dia menginginkan.

Pakaian dan posisi

  • Berilah bayi pakaian, topi, popok dan kaos kaki yang telah dihangatkan lebih dulu.
  • Letakkan bayi di dada ibu

Ø Dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu, dan lihat apakah kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu.

Ø Posisikan bayi dalam “frog position” yaitu fleksi pada siku dan tangkai, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak ekstensi.

  • Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah selimut yang sudah dihangatkan sebelumnya

Ø Tidak perlu baju khusus bila baju yang dikenakan sudah cukup hangat dan nyaman selama bayi kontak dengan kulit ibu

Ø Pada waktu udara dingin, kamar harus hangat

Ø Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi, dia dapat menggunakan handuk/kain (dilipat diagonal, dan difiksasi dengan ikatan atau peniti yang aman di baju ibu), kain lebar yang elastic, atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi.

Ø Dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu, bayi diletakkan diantara payudara ibu, baju ditangkupkan. Kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak jatuh.

Aktivitas ibu

  • Ibu dapat bebas bergerak Walau berdiri, duduk, jalan, makan dan mengobrol
  • Pada waktu tidur, KMC dapat dilaksanakan dengan cara posisi ibu setengah duduk (15” horizontal) atau dengan jalan mltk beberapa bantal di belakang punggung ibu).

Nutrisi dan pertumbuhan bayi

  • Posisi KMC ideal untuk menyusui bayi
  • Ajari ibu cara menyusui dan pelekatan yang benar
  • Bila ibu cemas tentang pemberian minum pada bayi, dorong ibu agar mampu melakukannya
  • Bila ibu tidak dapat menyusui, berilah ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum
  • Pantau dan nilai jumlah ASI yang diberikan setiap hari. Bila ibu menyusui catat waktu ibu menyusui bayinya.
  • Timbang berat badan bayi setiap hari dan nilai tingkatannya.

Pemantauan

  • Jelaskan pada ibu mengenai pola pernafasan dan warna bayi normal serta kemungkinan variasinya yang masih dianggap normal. Mintalah pada ibu waspada terhadap tanda yang tidak biasanya ditemui atau tidak normal.
  • Jelaskan pula bahwa KMC penting agar pernafasan bayi baik dan mengurangi resiko terjadinya apnea, dibanding bila bayi diletakkan dalam boks.
  • Ajari ibu cara menstimulasi bayi (mengelus dada atau punggung, atau menyentil kaki bayi) bila bayi tampak biru di daerah lidah, bibir, atau sekitar mulut atau pernafasan berhenti alma.

Ø Tidak perlu melakukan pemantauan suhu selama bayi kontak dengan kulit ibu.

Ø Bila suhu normal selama 3 hari berturut-turut, ukur suhu setiap 12 jam selama 2 hari kemudian hentikan pengukuran.

Ø Bila suhu abnormal, lihat sub suhu tubuh abnormal

Memulangkan bayi

Butuh waktu beberapa hari-minggu sampai bayi siap dipulangkan, tergantung berat lahir.

  • Ibu dan bayi dapat dipulangkan apabila bayi:

Ø Tidak ada masalah lain yang memerlukan perawatan di rumah sakit

Ø Berat badan naik > 20 g/hari selama 3 hari berturut-turut

Beri dorongan bahwa ibu dapat merawat bayinya dan dapat melanjutkan KMC di rumah, dan dapat kembali untuk melakukan kunjungan tindak lanjut secara rutin.

Kunjungan Tindak Lanjut

  • Satu minggu setelah pulang, timbang bayi setiap hari bila memungkinkan dan diskusikan setiap masalah yang ada dengan ibu. Beri dukungan pada ibu
  • Pada minggu ke II lakukan kunjungan 2 kali per minggu sampai bayi berumur 40 minggu konsepsi atau berat bayi 2500 g. Timbang bayi an nasehati ibu untuk menghentikan KMC bila bayi mulai kurang toleran (lihat di atas)
  • Bila sudah lepas KMC, lanjutkan kunjungan tindak lanjut tiap bulan sampai bayi berumur beberapa bulan untuk memantau pemberian minum dan tumbuh kembang bayi

 

Sumber : www.bidankita.com

Hypnoparenting

Anak merupakan karunia terbesar yang diberikan Tuhan kepada pasangan suami istri. Setiap pasangan mengharapkan hadirnya seorang anak sebagai penerus keturunan dan pelengkap kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga. Namun demikian, banyak pasangan seeringkali lupa bahwa memiliki anak memerlukan kesiapan dari berbagai sisi, baik dari sisi materi maupun mental.

Bagi pasangan muda, hal memiliki anak merupakan hal baru yang sangat wajar karena mereka sama sekali belum memiliki pengalaman dalam mengasuh anak. Namun lain halnya apabila ada orang tua yang telah memiliki anak yang sudah dewasa, tetap tidak mengerti cara mendidik yang baik. Mereka tetap saja heran apabila melihat sang anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua, terlebih lagi apabila sang anak melakukan hal yang menyimpang dari kebiasaan. Menurut penelitian dari psikolog anak, disimpulkan bahwa lebih dari 90% permasalahan anak disebabkan oleh kesalahan atau ketidaktahuan orang tua akan cara komunikasi dan penyampaian nilai yang baik terhadap sang anak. Bagi kebanyakan orang tua, sadar maupun tidak sadar, anak seringkali diperlakukan sebagai “robot” yang bisa diperintah dan harus menjalankan setiap perintah yang diberikan kepadanya. Mereka melupakan bahwa seorang anak juga merupakan suatu individu dalam bentuk lebih kecil yang memiliki pikiran, perasaan, keinginan, dan tindakan. Seorang anak membutuhkan perhatian dan kesabaran orang tua dalam menghadapinya.

 

Dalam hal inilah hypnoparenting hadir untuk menjembatani masalah komunikasi antara orang tua dan anak yang kerap kali terjadi.Hypnoparenting berasal dari kata Hypnosis dan parenting. Hypnosis berarti upaya mengoptimalkan pemberdayaan energy jiwa bawah sadar (dalam hal ini untuk berkomunikasi) dengan mengistirahatkan energi jiwa sadar pada anak (komunikasi mental) maupun pada pembinanya (komunikasi astral). Parenting berarti segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik, membina, dan membesarkan anak. Pembinaan anak ini terdiri dari tiga bidang, yakni fisik, mental, dan spiritual sejak merencakan kehamilan sampai masa remaja oleh orang-orang di sekitarnya (orang tua, wali, guru, dsb).

 

Dengan demikian, hypnoparenting dapat diartikan sebagai pembinaan anak dengan memperhatikan pengaruh hypnosis untuk menanamkan rekaman / sugesti positif dan menetralkan rekaman / sugesti pada jiwa bawah sadar anak. Tentu saja pembina (orang tua, wali, guru, dsb) sangat diharapkan dalam keadaan sehat dan dewasa jiwanya; paling tidak mengetahui keterbatasan dirinya.

 

Hypnoparenting ini dapat diterapkan kepada anak sehat, cacat, sakit, maupun pada anak dengan kebutuhan khusus atau anak dengan keistimewaan. Jenis-jenis hypnoparenting adalah sebagai berikut:

1. Promotive hypnoparenting

Digunakan untuk meningkatkan pembinaan anak sehat.

2. Preventive hypnoparenting

Digunakan untuk mencegah anak sehat dari gangguan kesehatan.

3. Curative hypnoparenting

Digunakan untuk menyehatkan anak yang mengalami gangguan kesehatan.

4. Habilitative & Rehabilitative hypnoparenting

Digunakan untuk meningkatkan kemampuan anak yang belum optimal (Habilitative Hypnoparenting) dan mempertahankan serta meningkatkan kemampuan penyandang cacat (Rehabilitative Hypnoparenting).

 

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam hypnoparenting :

1. Who am I as a parent:

a. Perfeksionis, menetapkan standar yang tinggi, banyak mengkritik

b. Easy going, serba boleh, tidak mau ambil pusing

c. Ambivalent, tidak konsisten, moody

d. Overprotective, terlalu cemas, melindungi

e. Mature, stabil, komunikatif, adaptif

2. Knowing about your children:

a. Mengetahui potensi dan kemampuan anak

b. Mengetahui minat, kesukaan, kebiasaan, harapan, keinginan, cita-cita, tujuan hidup tanpa harus membedakan (comparing) dan memberi stempel (labeling)

3. Manage your mind, body, and soul in a balance

a. Beri kesempatan diri untuk rileks, sehat, dan tetap produktif

b. Cukup aktif, cukup istirahat, cukup dapat mengembangkan minat pribadi maupun minat social serta memiliki nilai spiritual

4. Kenali tumbuh kembang anak, masa transisi dalam perkembangan serta mampu lakukan deteksi dini

a. Gejala emosi: cengeng, rewel, cari perhatian, takut, gelisah, negativistic

b. Gejala motorik: malas, mogok belajar, tidak bisa diam, merusak

c. Gejala intelektual: lupa, sulit konsentrasi

d. Gejala interpersonal: menarik diri, bermusuhan

e. Gejala fisik: sulit tidur, mudah kaget, muntah, sakit perut, pusing, telapak kaki / tangan berkeringat, gagap, gigit kuku

5. Lakukan relaksasi

a. Alamiah sehari-hari: olah raga, music, tari, shopping, perawatan diri, rekreasi bersama

b. Relaksasi terprogram: relaksasi otot, napas, pikiran yang dikemas dalam berbagai program

6. Positive Program

a. Bersikap positif dalam menyikapi masalah

b. Orientasi pada solusi

c. Mau belajar dari pengalaman

d. Optimistic

e. Pengertian dan toleran

 

Langkah – langkah dalam hypnoparenting

  • Pembina dalam keadaan rileks
  • Cari saat yang tepat untuk melakukan induksi / afirmasi: saat anak sedang rileks dan terfokus, saat lelah, sakit, saat menyusui, saat hujan turun, saat bercerita, saat anak butuh bergantung, saat tidur yang dalam
  • Gunakan alat bantu induksi misalnya suara detak jam, music, getaran suara yang hangat dan indah dari orang tua
  • Lakukan body contact secara berulang dan monoton: usap – usap kepala, dahi, punggung.
  • Tanamkan kalimat sugesti – afirmasi positif misalnya: anak manis mimpi yang indah dan besok pagi bangun segar, semangat untuk berangkat sekolah
  • Kembangkan cue dan keyword untuk membentuk jangkar emosi (anchoring)
  • Lakukan pengulangan secara konsisten

 

Dengan uraian mengenai hypnoparenting di atas, sangat diharapkan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak dapat meningkat kualitasnya, dan yang lebih penting lagi, diharapkan terjalin komunikasi dua arah, tidak hanya satu arah (dari orang tua ke anak) seperti yang selama ini sering terjadi.

www.bidankita.com

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

Seorang ibu hamil datang ke Bidan Kita untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Ibu ini, sebut saja namanya Ny Shinta. Hamil pertama kali dan selama ini dia tidak pernah menderita hipertensi. Namun saat Ny Shinta saya periksa, ditemukan bahwa tekanan darahnya adalah 180/100 mmHg. Kaget memang karena saat itu umur kehamilannya sudah menginjak 32 minggu dan selama ini tekanan darahnya baik-baik saja.

 

Ketika saya coba menggali lagi akar masalah dari hipertensi ini, dan mencoba membantu mengatasinya, saya meminta Ny Shinta untuk mengisi dan menjawab beberapa pertanyaan di form skala distres supaya saya mengetahui sebenarnya ada hal lain apa yang memicu Ny Shinta ini menjadi hipertensi. Dan memang benar setelah saya melakukan scoring ternyata Ny Shinta mengalami distres yang cukup tinggi, skornya 60 saat itu.

Langsung saja saat itu saya anjurkan beliau untuk mengikuti kelas Hypnobirthing. Setelah mengikuti 6 kali pertemuan tiap minggunya ternyata tekanan darahnya perlahan-lahan turun dan kembali normal. Sehingga di umur kehamilan 39 minggu Ny Shinta ini berhasil melahirkan normal dengan nyaman, lancar bahkan bebas dari rasa nyeri. Tekanan darahnyapun tetap normal hingga saat ini.

Nah dalam artikel ini saya tidak akan membahas banyak tentang hipnobirthing dalam kasus hipertensi kehamilan, tetapi saya akan membahas tentang apa dan bagaimana hipertensi dalam kehamilan.

 

Definisi dan klasifikasi

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg atau tekanan sistolik lebih atau sama dengan 140 mHg. Tekanan tersebut harus diukur dalam dua kali pengukuran paling tidak berjarak 6 jam dan tekanan diastolik adalah saat suara korotkoff fase V.

Kalsifikasi penyakit hipertensi pada kehamilan

  1. Hipertensi dalam kehamilan
  2. Preeklampsia : ringan dan berat
  3. Eklampsia
  4. Hipertensi kronik
  5. Hipertensi kronik superimposed preeklampsia atau eklampsia

 

Preeklampsia

Didefinisikan sebagai timbulnya hipertensi, proteinuri setelah kehamilan 20 minggu pada wanita dengan tekanan darah yang normal sebelumnya. Dapat juga berkaitan dengan gejala dan tanda lainnya seperti edema, gangguan penglihatan, nyeri kepala, nyeri ulu hati. Preeklampsia dapat timbul sebelum usia kehamilan 20 minggu pada wanita dengan kehamilan mola atau adanya lupus antikoagulan. Terdapat dua jenis preeklampsia yaitu

  • Preeklampsia ringan, bila tidak ditemukan adanya tanda preeklampsia berat
  • Preeklampsia berat, bila satu atau lebih kriteria di bawah ini terpenuhi
  1. Tekanan darah sistolik > 160 mmHg atau diastolik > 110 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan jarak 6 jam
  2. Proteinuri sebesar 5 g/24 jam atau +3 atau lebih pada pengukuran semikuantitatif
  3. Olguria, produksi urin kurang dari 500 cc/24 jam
  4. Gangguan serebral atau penglihatan, gangguan kesadaran, nyeri kepala, skotoma
  5. Edema paru
  6. Nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas
  7. Gangguan fungsi hati tanpa adanya etiologi lain
  8. Trombositopenia
  9. Pertumbuhan janin terhambat

 

Eklampsia adalah timbulnya kejang umum atau penurunan kesadaran pada wanita dengan preeklampsia setelah penyakit neurologis, seperti epilepsi sudah disingkirkan.Jika hipertensi ditemukan pada kehamilan < 20 minggu dan tidak adanya mola hidatidosa maka wanita tersebut didiagnosis dengan hipertensi kronik. Dan bila kemudian timbul proteinuri maka disebut preeklampsia superimposed. Kriteria lain preeklampsia superimposed adalah peningkatan tekanan darah yang mendadak, timbulnya hemolisis, gangguan fungsi hati, timbulnya sindroma hellp.

 

Etiologi

Teori mengenai etiologi dan patofisiologi preeklampsia harus memperhatikan pengamatan bahwa penyakit hipertensi karena kehamilan lebih mungkin terjadi pada wanita yang:

  • Terpajan villi korialis untuk pertama kalinya
  • Terpajan villi korialis yang jumlahnya banyak, seperti dalam kembar atau mola hidatidosa
  • Mempunyai penyakit vaskuler sebelumnya
  • Mempunyai predisposisi genetik untuk hipertensi

Meskipun vili korialis penting dalam etiologi preeklampsia, namun letaknya tidak harus di dalam uterus dan juga janin tidak menjadi penentu timbul atau tidaknya preeklampsia. Apapun etiologi yang mendasarinya, kaskade peristiwa yang menghasilkan sindrom preeklampsia mempunyai ciri kerusakan endotel vaskuler dengan vasospasme, transudasi plasama yang diikuti sekuele iskemia dan trombosis.

Beberapa mekanisme sudah diajukan untuk menjelaskan etiologi preeklampsia. Menurut sibai, etiologi yang dianggap potensial adalah

  • Invasi trofoblas pembuluh darah uterina yang abnormal
  • Intoleransi imunologis antara jaringan maternal dan janin-plasenta
  • Maladaptasi maternal terhadap perubahan kardiovaskuler atau inflamasi selama kehamilan
  • Defisiensi nutrisi
  • Pengaruh genetik

 

Patofisiologi

Preeklampsia adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala yang mempunyai konsekuensi patofisiologi pada seluruh sistem tubuh. Perubahan pada masing-masing sistem organ saling mempengaruhi dan juga derajat patologi masing-masing sistem organ berbeda-beda sehingga spektrum penyakit preeklampsia-eklampsia sangat bervariasi.

Gangguan pada sistem kardiovaskuler umum ditemukan pada pasien preeklampsia atau eklampsia. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya beban afterload karena hipertensi, perubahan preload yang diakibatkan oleh berkurangnya hipervolemia pada kehamilan dan aktivasi endotel dengan ekstravasasi plasma. Derajat aberasi kardiovaskuler tergantung beberapa faktor, termasuk beratnya hipertensi, ada tidaknya penyakit kronik, ada tidaknya preeklampsia dan waktu pemeriksaan.

Hemokonsentrasi adalah fitur utama dari preeklampsia-eklampsia. Wanita dengan berat badan rata-rata seharusnya mempunyai 5000 cc volume darah pada saat aterm dibandingkan 3500 cc pada wanita yang tidak hamil. Pada preeklampsia-eklampsia volume yang meningkat sebesar 1500 cc tidak terjadi. Dengan adanya hemokonsentrasi, vasospasme dan kebocoran endotel maka wanita dengan preeklampsia-eklampsia sensitif terhadap terapi cairan yang diberikan dan terhadap kehilangan darah saat persalinan.

Kelainan hematologi juga terjadi pada beberapa wanita dengan preeklampsia. Trombositopenia, penurunan faktor pembekuan dan hemolisis eritrosit adalah yang sering terjadi. Penurunan jumlah trombosit diakibatkan oleh aktivasi platelet, agregasi dan konsumsi yang meningkat disertai rentang hidup yang berkurang. Trombositopenia di bawah 100.000/ul menggambarkan proses penyakit yang berat, dan biasanya akan terus menurun. Setelah persalinan, jumlah trombosit akan meningkat progresif untuk mencapai kadar normal dalam 3-5 hari. Preeklampsia berat sering disertai dengan hemolisis yang ditandai dengan kadar LDH yang meningkat. Bukti lainnya adalah pada apus darah tepi banyak terjadi perubahan morfologi eritrosit seperti schizocytosis, spherocytosis dan retikulocytosis. Hal ini disebabkan oleh hemolisis mikroangiopati yang diakibatkan oleh disfungsi endotel yang disertai dengan deposit fibrin dan agregasi trombosit. Adanya perubahan membran eritrosit, meningkatnya agregasi akan memfasilitasi kondisi hiperkoagulasi. Perubahan laboratorium kearah kondisi hiperkoagulasi pada dasarnya bersifat ringan. Oleh karena itu pemeriksaan rutin faktor koagulasi, termasuk PT/APTT dan fibrinogen tidak diperlukan pada pasien dengan preeklampsia-eklampsia. Trombofilia adalah defisiensi faktor pembekuan yang mengakibatkan kondisi hiperkoagulasi. Hal ini berhubungan dengan preeklampsia early-onset. Dilaporkan juga bahwa kadar antitrombin lebih rendah pada wanita dengan preeklampsia dibandingkan dengan wanita normal atau dengan hipertensi kronis. Adanya trombositopenia, hemolisis dan peningkatan enzim hati disebut sindroma HELLP yang merupakan perburukan dari preeklampsia. Beberapa klinisi memberikan kortikosteroid untuk mengurangi berat penyakit. Pasien dengan sindroma HELLP mempunyai angka komplikasi yang tinggi, Haddad dkk menemukan pada 40% kasus.

Perubahan pada sistem endokrin, homeostasis juga terjadi pada pasien dengan preeklampsia-eklampsia. Volume cairan ekstraseluler akan meningkat, diakibatkan oleh adanya kerusakan endotel. Akibat adanya kadar protein yang menurun maka terjadi tekanan onkotik yang rendah dan memfasilitasi terjadinya ekstravasasi cairan ke ekstrasel. Terjadi juga perfusi ginjal dan laju filtrasi glomerulus yang berkurang yang mungkin diakibatkan oleh volume plasma yang berkurang. Sebagai akibatnya pada pasien dengan preeklampsia maka kadar kreatinin plasma akan meningkat hingga 2 kali kadar kehamilan normal (dari 0,5 mg/dl menjadi 1,0 mg/dl). Pada kasus yang lebih berat lagi yang disertai dengan vasospasme intrarenal maka kadar kreatinin dapat mencapai 2-3 mg/dl. Secara anatomis juga terjadi perubahan pada ginjal, yaitu adanya endoteliosis kapiler glomerulus yang ditandai dengan pembengkakan endotel kapiler glomerulus yang disertai deposit materi protein subendotel. Pada kasus yang berat dapat terjadi kegagalan ginjal yang diakibatkan oleh nekrosis tubuler akut dengan ciri oliguri atau anuria dan peningkatan kadar kreatinin yang cepat (sekitar 1 mg/dl/hari).

Perubahan pada hepar wanita eklampsia pertama kali dikemukakan oleh Virchow pada tahun 1856. Lesi yang khas adalah perdarahan periportal di perifer hepar. Sheehan dan Lynch menemukan perdarahan yang disertai infark pada 50% kasus. Perdarahan yang terjadi biasanya ditangani secara konservati kecuali hematom bertambah besar, yang memerulukan intervensi bedah.

Preeklampsia-eklampsia juga mengakibatkan perubahan pada susunan saraf pusat. Perubahan anatomis yang bisa terjadi adalah perdarahan akibat robeknya pembuluh darah karena hipertensi dan mungkin juga timbul edema, hiperemi, iskemi, trombosis dan perdarahan. Pada perubahan yang pertama lebih sering terjadi pada wanita dengan hipertensi kronik sebelumnya. Dengan teknologi dopler maka sekarang dapat dilakukan pengukuran aliran darah dan perfusi serbral nir invasif. Belfort dkk menemukan bahwa preeklampsia berhubungan dengan peningkatan tekanan perfusi serebral yang dilawan dengan peningkatan resistensi serebrovaskuler sehingga tidak ada perubahan aliran darah serebral. Pada eklampsia, karena hilangnya autoregulasi aliran serebral, terjadi hiperperfusi seperti yang ditemukan pada ensefalopati hipertensi. Zeeman dkk dengan studi MRI menemukan bahwa kehamilan normal berhubungan dengan penurunan 20% aliran darah serebral sedangkan pada preeklampsia terjadi hiperperfusi yang mungkin berperan pada edema vasogenik yang ditemukan pada MRI.

Selain pada sirkulasi maternal, preeklampsia-eklampsia juga mempengaruhi perfusi uteroplasenta akibat adanya vasospasme. Brosens dkk melaporkan rerata diameter arteriol spiralis miometrium sebesar 200 µm pada wanita dengan preeklampsia dibandingkan rerata diameter 500 µm pada wanita dengan kehamilan normal. Pemeriksaan penurunan perfusi uteroplasenta dilakukan secara indirek menggunakan doppler. Dari penelitian yang ada, peningkatan resistensi terjadi pada beberapa namun tidak semua kasus preeklampsia.

 

Diagnosis

Hipertensi didiagnosis bila tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih dengan menggunakan fase 5 korotkoff sebagai definisi tekanan diastolik. Peningkatan tekanan sistolik sebesar 30 mmHg dan diastoli sebesar 15 mmHg tidak lagi direkomendasikan sebagai kriteria diagnostik. Proteinuria yang signifikan adalah bila melebihi 300 mg/24 jam atau 30 mg/dl (positif 1 pada dipstick) yang menetap pada sampel urin acak.

Bila ditemukan hipertensi pada wanita hamil tanpa disertai adanya proteinuria maka disebut hipertensi dalam kehamilan atau hipertensi transien bila tidak timbul preeklampsia dan tekanan darah menjadi normal dalam 12 minggu pasca persalinan. Jadi hipertensi dalam kehamilan sebenarnya diagnosis eksklusi dan perlu diingat bahwa beberapa pasien dapat memburuk menjadi preeklampsia. Preeklampsia didiagnosis bila adanya hipertensi yang disertai proteinuria. Disebut preeklampsia berat bila memenuhi kriteria yang ada di atas.

 

Penatalaksanaan Medis

Dalam dunia kedokteran, Hipertensi dalam kehamilan pada prinsipnya ditangani secara rawat jalan. Dilakukan pemantauan tekanan darah, proteinuria dan kondisi janin setiap minggu. Jika terdapat tanda pertumbuhan janin terhambat maka dilakukan perawatan untuk menilai kesejahteraan janin dan perlu tidaknya terminasi kehamilan. Selama rawat jalan pasien dan keluarga diberikan informasi mengenai tanda bahaya yang mengarah ke preeklampsia atau eklampsia.

 

Prinsip utama penanganan preeklampsia adalah terminasi kehamilan dengan trauma terkecil baik pada ibu dan janin, melahirkan bayi yang viabel dan mengembalikan kesehatan ibu secara komplit.

Preeklampsia ringan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu maka dilakukan pemantauan 2 kali seminggu untuk menilai tekanan darah, urin dan kondisi janin. Selama pemantauan tidak perlu diberikan antikonvulsan, sedatif atau penenang , antihipertensi dan restriksi garam. Jika kehamilan lebih dari 37 minggu dan ada tanda perburukan kondisi janin seperti cairan amnion yang berkurang atau pertumbuhan janin terhambat maka persalinan perlu dipercepat. Jika serviks matang maka dilakukan amniotomi dan induksi oksitosin. Jika serviks tidak matang, dilakukan pematangan dengan prostaglandin atau kateter folley atau dilakukan seksio sesarea.

Preeklampsia berat ditangani hampir sama dengan eklampsia dengan perbedaan bahwa lahirnya bayi harus dalam 12 jam setelah kejang pada kasus dengan eklampsia. Seperti telah disebutkan terminasi kehamilan adalah prinsip penanganan preeklampsia, jadi pada preekalmpsia berat prinsip utamanya adalah pencegahan kejang dan kerusakan organ dan melahirkan bayi. Magnesium sulfat parenteral adalah obat antikonvulsan yang efektif tanpa depresi sistem saraf pusat bayi dan ibu. Kadar terapeutik adalah sebesar 4-7 mEq/L . Refleks patella akan menghilang pada kadar 10 mEq/L dan merupakan tanda toksisitas paling awal. Jika kadar melebihi 10 mEq/L maka akan timbul depresi pernafasan dan henti nafas terjadi pada kadar 12 mEq/L atau lebih. Pemberian MgSO4 harus memperhatikan fungsi ginjal, karena ekskresinya tergantung dari ekskresi oleh ginjal. Estimasi fungsi ginjal dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin plasma, dimana bila kadar > 1,3 mg/dl maka pemberian MgSO4 rumatan diberikan dalam setengah dosis. Pada kasus toksik, pemberian Ca glukonat 1 gr intravena dengan menghentikan pemberian MgSO4 dapat mengatasi depresi pernafasan. Namun pada kasus berat atau disertai henti jantung maka intubasi dan ventilasi mekanik harus dilakukan.

MgSO4 menunjukkan efektifitas yang baik dalam mencegah kejang. PenelitianEclampsia Trial Collaborative Group menunjukkan bahwa wanita yang diterapi MgSO4 memiliki kejang ulangan 50% lebih rendah dibandingkan yang diberikan diazepam. Kelompok MgSO4 juga mempunyai angka kematian maternal yang lebih rendah. Sekitar 10-15% wanita dengan eklampsia akan mengalami kejang ulangan dalam pengobatan MgSO4. Dosis tambahan sebesar 2 gr intravena dapat diberikan. Pada kasus eklampsia puerpuralis maka pemberian MgSO4 dilakukan selama 24 jam.

Obat antihipertensi diberikan bila tekanan darah diastolik 110 mmHg atau lebih. Target terapi adalah untuk mempertahankan tekanan diastolik 90-100 mmHg untuk mencegah timbulnya perdarahan otak. Pilihan obat antihiperensi adalah hidralazin, labetalol atau nifedipin dengan cara pemberian sebagai berikut :

  • Hidralazin diberikan 5 mg iv secara perlahan setiap 5 menit sampai tekanan darah turun. Diulang setia jam atau berikan hidralazin 12,5 mg IM setiap 2 jam bila diperlukan.
  • Labetolol diberikan 10 mg iv, jika respon tidak adekuat setelah 10 menit maka diberikan lagi labetolol 20 mg iv. Naikan dosis menjadi 40 mg dan kemudian 80 mg jika tidak didapat respon setelah 10 menit pemberian.
  • Nifedipin diberikan 5 mg sub lingual, jika tekanan diastolik masih di atas 110 mmHg setelah 10 menit maka diberikan lagi 5 mg sublingual.

 

Prognosis

Wanita dengan hipertensi yang timbul dalam kehamilan harus dievaluasi pasca persalinan dan diberikan konseling mengenai kehamilan berikutnya dan risiko kardiovaskuler. Jika setelah 12 minggu tekanan darah masih di atas normal maka disebut hipertensi kronik. Wanita dengan riwayat preklampsia mempunyai risiko lebih tinggi untuk timbul hipertensi dalam kehamilan berikutnya. Sibai dkk menemukan bahwa nullipara yang didiagnosis preeklampsia sebelum 30 minggu mempunyai risiko rekurensi sebesar 40% pada kehamilan berikut. Juga harus diingat bahwa wanita dengan preeklampsia early-onset mungkin mempunyai penyakit yang mendasari sehingga dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang.

 

Penatalaksanaan Holistik

Dalam menangani keluhan dan masalah klien, apalagi ibu hamil tentunya harus ditangani secara holistik atau menyeluruh. Dalam penjabaran di atas, saya sudah coba untuk menjabarkan tentang berbagai penatalaksaanaan yang dilakukan oleh dokter ketika menangani klien-nya yang menderita hipertensi dalam kehamilannya. Namun tentunya ada berbagai upaya lain yang bisa Anda lakukan bersama therapis yang Anda percaya untuk membantu mengatasi masalah ini. Nah ada beberapa alternatif therapy yang bisa Anda lakukan demi menurunkan dan menstabilkan tekanan darah tersebut:

  1. Akupunktur dan akupresure
  2. Biofeedback.
  3. Hypnobirthing
  4. Meditasi
  5. Stress Management
  6. Yoga.

Namun sekalilagi dalam artikel ini saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang theapi alternative tersebut, tetapi saya akan membahasnya di artikel lain. Dalam website ini.

Semoga bermanfaat

 

Daftar Pustaka

  1. Hypertensive disorders in pregnancy. In Cunningham et al, ed. Williams Obstetrics 22nd edition. McGraw-Hill. 2005
  2. Managing Complication in Pregnancy and Childbirth : A guide for midwives and doctors. WHO, 2003.
*dikutip dari www.bidankita.com

Langkah-langkah untuk Self-Hypnobirthing

hypnobirthing merupakan tehnik lama yang dahulu sering diajarkan dan dilakukan oleh orang-orang tua kita. Dan saat ini dijelaskan dengan penjelasan ilmiah dan dilengkapi dengan berbagai riset/penelitian, sehingga dapat dilakukan secara terprogram sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal. Metode hypnobirthing merupakan salah satu tehnik outohipnosis(selfhipnosis) atau swasugesti, dalam menghadapi dan menjalani kehamilan serta persiapan melahirkan sehingga para wanita hamil mampu melalui masa kehamilan dan persalinannya dengan cara yang alami, lancar, dan nyaman (tanpa rasa sakit). Dan yang lebih penting lagi adalah untuk kesehatan jiwa dari bayi yang dikandungnya.

Metode hypnobirthing ini dikembangkan berdasarkan adanya keyakinan bahwa dengan persiapan melahirkan yang holistic/menyeluruh (Body, Mind and Spirit) maka di saat persalinan, wanita dan juga pendampingnya (suami), akan dapat melalui pengalaman melahirkan yang aman, nyaman, tenang dan memuaskan, jauh dari rasa takut yang menimbulkan ketegangan dan rasa sakit. Dengan kata lain, jika pikiran dan tubuh mencapai kondisi harmoni, maka alam akan bisa berfungsi dengan cara yang sama seperti pada semua mahluk lainnya. Metode hypnobirthing ini juga dikembangkan berdasarkan adanya keyakinan bahwa dengan persiapan melahirkan yang cukup, calon ibu dan pendampingnya saat persalinan akan dapat melalui pengalaman melahirkan yang aman, tenang, nyaman dan memuaskan, jauh dari rasa takut dan cemas yang menimbulkan ketegangan dan rasa sakit.

Melalui latihan-latihan yang diberikan oleh bidan/dokter, wanita hamil bisa mengkondisikan tubuh dan jiwa/pikiran secara harmonis selama kehamilan hingga mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan. Dengan demikian, tercipta rasa tenang dan rasa yakin bahwa tubuhnya akan mampu berfungsi secara alami dalam proses tersebut. Sebab setelah belajar memasuki kondisi relaksasi yang dalam, wanita hamil akan mampu menetralisir rekaman negatif yang ada di alam/jiwa bawah sadarnya serta menggantinya dengan memasukkan program positif/reprogamming.

 

Bukan itu saja, dalam latihan hypnobirthing ini wanita hamil juga akan terlatih untuk lebih peka terhadap janinnya, sehingga akan mampu berkomunikasi dengan janin, bahkan bekerjasama ketika menjalani proses persalinan. Karena sesungguhnya janin atau bayi di dalam kandungan juga memiliki body, mind dan spirit. Meski body/tubuhnya masih kecil, mind/jiwa baru punya unsur perasaan, janin sudah memiliki spirit/roh. Dan, justru karena pada bayi baru memiliki unsur jiwa perasaan, dengan rajin melakukan relaksasi, ibu akan lebih mudah berkomunikasi dengan “Spirit baby-nya“.

 

Proses Hypnobirthing bekerja berdasarkan kekuatan sugesti. Proses ini menggunakan afirmasi positif, sugesti dan visualisasi untuk menenangkan tubuh, memandu fikiran, serta mengendalikan nafasnya. Klien ibu hamil dapat melakukan ini sendiri (self hipnosis) atau dengan pimpinan pendamping persalinan/ bidan. Bisa dengan memberikan afirmasi verbal yang membantu untuk memasuki kondisi tenang (calm state) dari hipnosis. Bisa juga dilakukan melalui visualisasi (membayangkan bunga yang bermekaran, melihat pelangi, melihat apa yang akan terjadi kepada seseorang dll) maupun dengan mengunakan gerakan idio motor untuk mencapai relaksasi.

 

Teknik hypnobirthing sangatlah sederhana dan mudah. Dan kunci untuk mencapai keberhasilan dari metode ini adalah praktek baik di kelas antenatal maupun di rumah sehingga teknik-teknik dalam hypnobirthingbisa menjadi kebiasaan bagi ibu untuk mencapai dan menciptakan kondisi relaksasi selama kehamilan dan menghadapi persalinan. Untuk mencapai keberhasilan yang lebih optimal, dalam mempraktekkan metode ini, ibu memerlukan seseorang yang mampu membimbingnya untuk selalu berlatih, disinilah perlunya peran pendamping. Pendamping disini adalah mitra/patner ibu entah itu suami atau orang terdekat ibu. Oleh karena itu sangat penting sekali untuk mengajak dan melibatkan suami/ patner ibu saat memberikan pelatihan hypnobirthing selama antenatal. Sehingga suami bisa menjadi motivator bahkan pembimbing bagi ibu untuk selalu berlatih teknik relaksasi hypnobirthing.

 

Yang bisa Anda Ambil untuk mengawali latihan self hypnobirthing adalah lakukan dengan niat yang kuat, dan ketika Anda melakukannya, jadikan kegiatan ini adalah kegiatan yang menyenangkan dan merupakan kebutuhan Anda.

 

Kemudian cobalah untuk menyusun dahulu sugesti dan affirmasi positif yang Anda inginkan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

  1. Pilihlah kata-kata instruksi positif. Sugesti positif lebih diterima oleh pikiran bawah sadar.
  2. Ulangi sugesti secara teratur untuk memaksimalkan efeknya; hindari kata-kata klise.
  3. Buatlah sugesti sesuai kebutuhan anda agar berhubungan langsung dengan tujuan anda
  4. Gunakan pendekatan terperinci dan logis dalam membuat sugesti. jika tujuan anda dapat diukur, berikan tambahan yang tepat.
  5. Pastikan bahwa semua sugesti jelas, sederhana mudah dimengerti, spesifik dan jika memungkinkan, dalam bentuk waktu sekarang. Contoh: ‘Setiap hari tubuh dan oikiran saya bekerjasama menghilangkan keinginan makan gula.” Daripada, “ saya akan menjadi lebih kurus.”
  6. Gunakan penggambaran, dan tambahkan kata-kata yang menggambarkan emosi, seperti bersemangat, bersinar, gemetar, luarbiasa, hebat.
  7. Berkesan meyakinkan
  8. Nada rendah monoton tanpa dialek yang asing bagi pasien
  9. Arti tunggal, sehingga tidak meragukan atau salah ditafsirkan
  10. Untuk kasus-kasus yang terkait dengan permasalahan atau nilai lainnya, maka penyelesaian harus dimulai dari permasalahan atau nilai yang paling mendasar.
  11. Pengulangan

 

 

 

Misalnya:

 

 

Baca berulang beberapa kali sugesti dan affirmasi tersebut lalu atur posisi

 

pastikan bahwa anda ada di posisi yang nyaman sehingga anda dapat relax, jadi buatlah posisi tubuh dan diri Anda senyaman mungkin dan bebas dari tekanan serta bebaskan dari hal-hal yang mungkin dapat mengganggu proses misalnya, bunyi Hp.

 

Lalu atur nafas dan focus di nafas yang keluar masuk, lakukan dengan pelan-pelan dan lambat, dan ijinkan perlahan-lahan mata Anda tertutup dengan nyaman. Lalu focus ke nafas jika ada piriran yang datang dan pergi coba abaikan.

 

Langkah kedua adalah mencoba menghadirkan gambaran atau membayangkan saat ini Anda berada di tempat favorit Anda lalu Pastikan bahwa rasa anda aman dan yang nyaman

 

Setelah itu ikuti langkah demi langkah panduan yang ada dalam cd panduan relaksasi. Rasakan apa yang Anda rasakan dan nikmati serta terima sensasi apapun yang Anda rasakan

Nah selamat mencoba

* Dikutip dari www.bidankita.com

Bahasa Bayi

Bayi yang berusia beberapa bulan memang belum bisa berbicara, sehingga salah satu komunikasinya hanya melalui tangisan dan bahasa tubuh. Tapi orangtua bisa mempelajari bahasa tubuh si bayi untuk mengetahui keinginannya.

Bayi memang memiliki cara berkomunikasi yang unik dengan orangtua atau orang-orang disekitarnya. orangtua bisa mempelajari bahasa tubuh dari si mungil, yaitu:

Baca selengkapnya